Hallyu Wave: Haruskah selalu berdampak negatif?

Rissa F Rakhmi
Karya Rissa F Rakhmi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Maret 2016
Hallyu Wave: Haruskah selalu berdampak negatif?

Hallyu Wave, Korean Wave?atau Demam Kpop bukan hal baru di Indonesia. Beberapa tahun belakangan ini memang masyarakat Indonesia sedang dilanda demam budaya negeri ginseng Korea Selatan tersebut. Bukan hanya remaja SMP atau SMA tetapi juga melanda usia 20-30an sekalipun. Jangan salah, justru lebih banyak fans Kpop usia 20-30an dibandingkan usia sekolah. Demam Kpop bukan hanya melanda wanita, tetapi juga laki-laki. Demam Kpop di Indonesia pada awalnya mungkin dimulai dengan munculnya beberapa drama korea di Stasiun Televisi Swasta Indonesia yang kemudian menjadi viral dan dinikmati oleh banyak masyarakat Indonesia, kemudian mulai masuk beberapa?boyband?dan?girlband?yang menjadi tonggak masuknya demam Kpop di Indonesia. Sebut saja Super Junior, Bigbang, 2PM, Girls Generation, Wonder Girls dan lain-lain.?

Beberapa tahun kemudian setelah awal masuknya demam Kpop, arus informasi kemudian berkembang sangat pesat, media sosial juga berkembang lebih pesat dan akses nya menjadi lebih mudah sehingga demam Kpop kemudian dengan mudah masuk ke Indonesia. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun awal masuknya demam Kpop tentu saja masa kini perkembangannya jauh sekali. Sekarang kita dengan mudahnya menemukan lagu-lagu Kpop diputar di berbagai media, drama-drama korea juga dengan mudahnya didapat ataupun ditayangkan di televisi swasta nasional, konser-konser dari berbagai?boyband, girlband?dan penyanyi juga kemudian berbondong-bondong melirik Indonesia sebagai?pasar?audience.?Keseharian bintang-bintang Korea Selatan juga kini mudah dilihat lewat mudahnya mengakses berbagai?variety show?Korea. Tetapi dahsyatnya pengaruh?Hallyu Wave?ini juga tidak sedikit yang memandangnya dari sisi negatif, seakan-akan melakukan berbagai aktivitas yang kaitannya mengidolakan bintang Korea ini hanyalah hal sia-sia?(Seriously, i really mean it.?Melihat berbagai artikel, komentar,?tweet?yang mengulas hal ini. Dan juga berdasarkan komentar dari orang-orang langsung secara personal)

Dampak-dampak negatif yang banyak dibicarakan misalnya para fans Kpop dianggap jauh lebih mencintai budaya negara Korea dibandingkan budaya negaranya sendiri. Fans Kpop dianggap lebih gencar belajar budaya Korea dibandingkan budayanya sendiri. Selain itu, fans Kpop juga dianggap terlalu menghabiskan banyak waktu untuk nonton atau?streaming?acara-acara dan juga lagu dari negara tersebut. Fans Kpop dinilai menutup mata dari gaya hidup yang negatif yang dimiliki oleh beberapa bintang Kpop. Terkait dengan fanatisme, fans Kpop juga banyak dipandang berlebihan dalam memuja idola mereka. Menghabiskan uang untuk membeli tiket konser yang tidak murah, membeli album dan DVD idola, belum lagi membeli berbagai?merchandise?yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi histeria para fans Kpop ketika melihat idolanya konser.?

Well,?hal-hal tersebut memang tidak dapat dipungkiri. Tetapi, haruskah hanya melihat?Hallyu Wave?ini dari sudut pandang negatif saja? Kenapa tidak mencoba untuk melihatnya juga dari sisi positifnya? Berfokus pada hal-hal negatif dan kemudian memberi cap yang negatif pula pada artis Korea. Entah itu banci lah, homo lah, ga jantan lah, artisnya produk oplas semua lah. ?Sebenarnya, tidak hanya untuk fans Kpop saja.?Bayangkan, orang-orang banyak?judge?suatu hal yang kita suka tanpa tahu 'cerita' yang ada di baliknya. It's kinda annoying, isn't it? Dan, sebenarnya ini juga berlaku untuk fans-fans budaya Jepang, India, Hollywood dan lain-lain. Kenapa tulisan saya berfokus ke?hallyu wave?saja, karena saya mengamati, mengikuti dan bahkan menikmati?hallyu wave,?biar tulisan saya juga ga terkesan sotoy?:))

Sekarang mari kita lihat sisi positifnya dari?hallyu wave?ini. Pertama, kenapa ramainya efek?hallyu wave?ini ga kita jadikan referensi seperti apa sih musik Kpop ini sampai menyihir fansnya sedemikian rupa, tapi ini juga bukan berarti mengiyakan plagiarisme ya. Kedua,?kenapa kita ga coba lihat dan belajar dari kerja keras dan perjuangan mereka. Fyi aja ya, buat jadi artis di Korea itu ga gampang dan ga instan lho. Mereka melewati proses?training?yang panjang dan bertahun-tahun. Disamping mereka menunaikan kewajibannya buat belajar di sekolah, mereka juga harus fokus ikut?training.?Buat masuk training juga persaingannya ketat. Ga heran banyak artis-artis keren yang muncul dengan kemampuan yang oke. Nyanyi nya keren,?dance?juga oke,?compose?lagu juga bisa, lirik-lirik yang mereka susun juga top. Sekalinya mereka jadi artis juga mereka harus bisa jaga sikap, karena sekali mereka melakukan kesalahan,?netizen?korea akan menyerang mereka habis-habisan.?

Ketiga, secara tidak langsung fans Kpop juga nambah wawasan baru dengan mengikuti?hallyu wave?ini. Mereka belajar budaya Korea itu kaya apa. Mereka belajar bahasanya. Ya, dengan seringnya nonton drama sedikit demi sedikit fans Kpop bisa mengerti bahasa Korea, minimal mengerti beberapa ungkapan, ekspresi,?greeting?atau bahkan beberapa kalimat dalam bahasa Korea. Lebih jauh lagi banyak yang menguasai tulisan dalam bahasa Korea. Bahkan dari kesenangannya terhadap Korea, tidak sedikit orang Indonesia yang dapat beasiswa belajar disana. Dengan dapat beasiswa atau pertukaran pelajar disana, secara tidak langsung orang Indonesia juga mempromosikan kebudayaan dan pariwisata kita bukan? :))

Intinya, dalam melihat hal apapun tolong lihat dari dua sisi ya. Sisi positif dan negatifnya. Mohon maaf kalau tulisan ini banyak salah atau menyinggung pihak tertentu.?Thankyou and stay positive!

  • view 180