Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 28 Februari 2016   12:21 WIB
Menilik Pemuda Masa Kini

Dahulu, pemuda identik dengan semangat yang berkobar, berapi-api dan pantang mundur. Dengan semangatnya yang berkobar tersebut, pemuda kemudian menjadi garda depan atau tombak dari setiap perubahan bangsa. Dengan kebebasan yang nihil, pemuda mampu menjadi agent of change bagi bangsa Indonesia. Ingatkah kalian bahwa ujung tombak terlaksananya proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah pemuda? Barisan pemuda yang dulu mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Belum lagi pada saat Orde Baru, pemuda pula yang memperjuangkan hak rakyat, meski dengan taruhan nyawa. Di beberapa Negara lain pun, pemuda memiliki track record sebagai tombak keberhasilan berbagai gerakan sosial politik. Sebegitu besarnya pengaruh pemuda bagi perubahan bangsa hingga Soekarno kemudian menyerukan ?Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.?

Berbeda dengan dahulu, kondisi pemuda masa kini mengalami degradasi, bahkan bisa dibilang pemuda masa kini berada pada kondisi yang memprihatinkan. Jangankan ikut bergerak dalam revolusi sosial dan politik bangsa, mengamalkan nilai-nilai leluhur bangsa Indonesia pun sepertinya enggan dilakukan oleh pemuda masa kini. Nilai-nilai leluhur bangsa Indonesia seperti rasa hormat kepada yang lebih tua, rasa saling menyayangi antar umatNya, semangat pantang menyerah, semangat perubahan dan nilai-nilai lainnya sepertinya hilang pada diri pemuda masa kini.

Pemuda masa kini sepertinya sibuk dengan pengakuan diri dan membuktikan eksistensinya agar diakui sebagai pemuda yang ?kekinian?. Pemuda masa kini menghabiskan waktunya untuk berbagai media yang dinilainya dapat membuktikan eksistensinya di masyarakat. Pemuda masa kini berlomba-lomba untuk membuat sensasi di berbagai media sosial, seperti menulis status yang penuh bahasa kasar dan celaan di facebook, mengunggah foto yang tidak pantas di facebook dan instagram. Membuat video yang menghina orang lain ataupun mempermalukan dirinya sendiri di instagram dan youtube. Menulis komentar-komentar yang melecehkan orang lain di instagram, facebook, twitter dan media sosial lainnya. Hal-hal itu sepertinya menjadi hobi bagi kalangan pemuda masa kini. Memang tidak semua, karena masih banyak lagi pemuda-pemuda masa kini lainnya yang menghabiskan waktunya?untuk mengembangkan hobinya yang bermanfaat dan membuktikan eksistensi diri melalui prestasi. Tetapi, pemuda masa kini yang menghasilkan prestasi justru tenggelam diantara pemuda masa kini pencari sensasi.?

Jika saja pemuda masa kini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan prestasi, bayangkan perubahan sebesar apa yang akan terjadi.

Karya : Rissa F Rakhmi