Pintu

Narisa Haryanti
Karya Narisa Haryanti Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 10 September 2016
Pintu

Sabtu, 10 September 2016


Pintu Sehidup Sesurga


Terkadang, kehadiran seseorang dalam hidup itu serupa pintu. Dibuka untuk menyapa takdir.Nya yang baru.


Dan hadirnya adalah pintuku menjemput keutuhan separuh dien. Pintu menjemput jannah.Nya dalam kesakinahan,mawaddah, warohmahan. Pintu yang sangat berbeda dari yang pernah ditatap raga. Pintu Sehidup Sesurga ku.
Siapa sangka, cinta ini begitu berbeda rupa dan latar penyertanya. Dia dengan lingkup kekyaian dan saya dengan lingkup kesenian. Dia dengan cerita berdakwah dan saya dengan ketikan naskah. Dia dengan kepemimpinan pemuda dan saya yang hanya pencerita.


Begitulah Allah Maha Berkehendak. Kun. Jadilah. Maka terjadilah kehendak.Nya pada kami. Latar perbedaan itulah yang kian mengokohkan kami.


Tidak lagi perkara mengisi kelemahan satu sama lain guna saling menguatkan. Bukankah menjadi kuat adalah tanggung jawab masing masing dari kita?

Maka, perbedaan kami resmi menjadi pondasi kesolidan kami. Sama sama menguatkan dalam kebaikan. Meski berbeda jalan kedatangan, tapi Allah berkehendak pada kami untuk menjadi satu tujuan.


Dan,


Akan ku katakan kepadanya, bahwa menerima tak semata perkara bahagia. Meski aku akan selalu bahagia bersamanya, tapi berani bermimpi diluar kebanyakan manusia adalah perihal mengemas bahagia dengan cara yang berbeda.
Meski harus tertatih dan penuh peluh, dengan semangat meraih ridho.Nya serta mengingat segala nikmat.Nya semoga selalu cukup untuk menumbuhkan kita.
Sebab tidak ada nikmat yang lebih mulia dari segenggam cinta yang terpupuk kasih sayang Allah Ta’Alla.
Bukankah tujuan kita surga? ^^ Maka tak perlu ragu untuk sedia.
Akan ku katakan kepadanya, bahwa menerima tak semata perkara seorang raga tapi juga banyak raga. Iya, menerimamu berarti menerima segala manusia yang ada dihidupmu. Pun beberapa yang bersinggungan dalam langkahmu meraih cita. Perkara berbagi dengan sesamapun sudah masuk daftar citamu bukan? ^^ Toh, begitu Allah berfirman. Membersihkan amal dan mall kita melalui indahnya berbagi. ^^ Seperti katamu, memudahkan jalan orang lain adalah langkah tidak biasa untuk memudahkan jalan kita. ^^ Pun dengan perihal makan enak, bukankah kamu seorang omnifora? Pemakan segala yang hanya mensyaratkan halal, bersih, dan sehat sebagai sajian utama. Dan halal dan toyib bukan perkara enak bukan? ^^ Maka jenak lebih menentramkan.
Akan ku katakana kepadanya, bahwa menerima tak semata perkara tangan dibawah beserta fasilitas mewah. Juga perihal rumah. ^^ Bukankah kita percaya, rumah kita sejati kita dalam proses pembangunan di jannah. Biarlah sepetak kecil hunian kita di dunia mampu melapangkan rumah kita disurga. Kita landasi Rumah Aksara itu dengan banyak hal yang berguna. ^^ Menjembatani banyak proses sesama untuk mulai mengeja asma.Nya di hamparan semesta. ^^ Dengan halaman penuh saung saung pengemas ragam cita anak bangsa. Rindangnya daun yang sukses mensuplay nafas potensi mereka. ^^ Ah ya, kita belajar sabar membersamai pada akhirnya. Menjadi sebaik baik hara yang menjaga mereka dari pencemaran akhlak yang kian merajalela.
Jelas, akan ku katakan kepadanya, bahwa menerima bukan perihal harta ataupun tahta. Tapi biarlah ia menjadi pijakan anak anak tangga meraih jannah.Nya. Menerima ialah perkara membersama mengibarkan kebaikan vertical dan horizontal. Menguatkan untuk bergantung semata pada yang Maha Besar.
Kemudian, dalam banyak rapal doa. Banyak semoga yang tak henti ku rengkuh penuh semoga. Iya, semoga setiap sediaku tak menjadikan beban untukmu di kemudian hari.
Bukankah kekuatan seseorang nampak pada siapa ia bersandar? ^^
Akan ku katakan padanya, bahwa ia adalah satu rahasia yang akan ku eja. Sepaket pulang atas segala ragam perjalanan. Titik dari kalimat panjang perkara saya. Iya, menyudahi cerita saya, menamatkan kisahmu. Lantas mengukir sejarah baru sebagai kita. ^^


Terima kasih atas setiap kehadiranmu dalam hidupku, engkau yang menyempurnakan separuh agamaku. :*

Dibawah ketiak langit Kota Bengawan yang berawan
RisaRiiLeon

  • view 141