Dandelion

Ririn  Septiana
Karya Ririn  Septiana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Februari 2016
Dandelion

Pada senja yang ceria kuterbangkan benih-benih dandelion. Seperti dulu saat aku dan kamu, saat kita adalah dua orang lugu yang sibuk meniup bunga-bunga kering itu.

Bagiku dan kamu ?mungkin-dandelion hanya serumpun bunga kering yang jika kita tiup maka kemeriahan mega makin gegap gempita. Bulu-bulu lembut menyentuh pipiku dan kamu menghadirkan gelak tawa, memecah kehangatan senja ? kehangatan kita.

Sore ini-seperti dulu-aku meniup dandelion kering. Dari tempat berbeda ? tanpa kamu. Kalau benih bunga ini sampai semoga kamu telah memiliki makna berbeda tentangnya. Tentang bunga yang katanya penuh makna. Tentang dandelion yang menghidupkan senja kita.

  • view 205