“Jodoh” yang Ku Kembalikan

Ririn  Septiana
Karya Ririn  Septiana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 April 2016
“Jodoh” yang Ku Kembalikan

 

Satu detik yang lalu ku dengar suara merdu Sheril Crow, sedetik kemudian Sting menyambut dengan tak kalah merdu. “Always on Your Side” selalu menjadi bagian paling syahdu ditiap hari yang mulai melelahkan. Tiap alunan nada melemparkan ingatan ku pada suatu masa di mana kamu menjadi begitu indah dan menenangkan.

Dalam pada masa yang telah ku lalui, hari ini – telah lama rasanya kita tak bersama. Dan benci aku mengakui bahwa aku tak juga bisa melupakanmu.

Masih sangat ingat, sore itu di hadapan senja yang sama sekali tak kita pedulikan. Mata ku sembab, suara mu lirih. Entah kebodohan apa yang telah aku perbuat, bahkan angin pun tak sanggup menepuk bahu mu. Tapi aku bodoh dan menyakiti perasaanmu.

Kamu berbicara banyak tentang rindu, pengorbanan, kesetiaan, penantian, dan kesabaran. Sedang aku gamang.

Janji-janji Tuhan telah kita gubah begitu indahnya, berharap suatu hari akan indah kita senandungkan berdua. Tapi nada-nada itu telah sumbang tak lagi terdengar harmoni saat kukatakan kejujuran, hati ku separuh untuk mu. Lalu didetik berikutnya aku membeku, kamu mematung.

Benar saja, sampai hari ini aku dan kamu tetap membeku dan mematung. Mungkin kamu membenciku dan aku terlalu gagu untuk berbicara padamu. Ku sampaikan pada Tuhan, “mungkin ini terbaik”.

Kugambarkan sendiri rencana Tuhan. Pada suatu masa Tuhan menciptakan sepasang manusia kemudian diletakkan di atas muka bumi dengan jarak yang berjauhan. Berkumpul dengan ribuan manusia lainnya, berharap di suatu masa yang berbeda dipertemukan dengan indah. Maka kusampaikan kembali kepada Tuhan “jika dia yang Kau cipta berpasangan dengan ku, detik ini ku kembalikan lagi pada Mu. Jika masih Kau tetapkan Dia, pertemukan lagi kami dalam keadaan yang lebih indah”. Karena aku percaya, aku dan kamu telah berjodoh. Kita berjodoh pada waktu dan pertemuan sebelumnya. Meski tak sebenarnya berjodoh dalam ruang dan hari yang seragam.

Di detik terakhir “Shape of My Heart” mengalun lembut menutup lembar ini.