Pasca Pesantren Aswaja, PMII Jombang Harapkan Kader Aswaja Mumpuni

Ririf Zuhr
Karya Ririf Zuhr Kategori Agama
dipublikasikan 28 September 2016
Pasca Pesantren Aswaja, PMII Jombang Harapkan Kader Aswaja Mumpuni

Pasca Pesantren Aswaja, PMII Jombang Harapkan Kader Aswaja Mumpuni

Jum’at hingga Ahad tanggal 23-25 September kemarin, Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang menggelar kegiatan “Pesantren Aswaja” yang diawali dengan pergelaran Seminar Deradikalisasi dan Sekolah Aswaja.

Mulai dari Seminar Deradikalisasi yang diisi oleh pihak-pihak yang mumpuni dalam mengawal anti radikalisme diharapkan mampu menjadi brain storming bagi seluruh anggota dan kader PMII Jombang yang hadir memenuhi Aula STIKES Tambak Beras Jombang.

Pada Jum’at (23/09) malam, terlihat hadir Waka II Polres Jombang Pak Kandar sapaan akrabnya, Ketua DPD KNPI Jombang Farid Al Farisi, dan Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang KH. Isrofil Amar sebagai narasumber dan Dr. Amir Maliki Abi Tholkhah sebagai Keynote Speaker dalam seminar malam itu.

Ketua DPD KNPI Jombang, Farid Al Farisi mengatakan jika Organisasi Nahdhatul Ulama (NU) adalah organisasi satu-satunya yang memiliki sistem organisasi yang sampai ke akar-akarnya, Ia menjelaskan jika dari pusat hingga ranting-ranting NU sangat berkontribusi besar untuk tetap menjaga tradisi-tradisi keagamaan Nahdhiyin di tengah maraknya aliran-alliran garis keras.

Setelah mendapat sedikit amunisi khazanah keilmuan dari beberapa narasumber, esoknya Sabtu sampai Ahad (24-25/09), sekisar belasan peserta digembleng 12 materi-materi pokok tentang Aswaja, antara lain Dalil Amaliah Aswaja, Doktrin dan Prinsip Aswaja, Konsep Mabadi Khoiru Ummah, Genealogi Pemikiran Aswaja, Aswaja dalam Kontemplasi Geoeksospol, Peta Pemikiran Islam, Sejarah Peradaban Islam, Sejarah Pemikiran Teologi Islam, Aliran-aliran dalam Teologi Islam, Teologi Pembebasan, dan terakhir Aswaja sebagai Manhajul Fikr Wal Harakah.

Ketua Panitia, Rizki Amalia mengatakan jika kegiatan tersebut merupakan usaha bersama untuk membentuk kader-kader aswaja PMII Jombang yang mumpuni.

“Jombang yang basis Aswajanya begitu menonjol di kalangan umum, harus diimbangi dengan kualitas yang sesungguhnya oleh kade-kadernya, khususnya dalam bidang Aswaja”, ujarnya.

Ia menambahkan jika harus ada tindak lanjut pasca kegiatan tersebut, mulai dari pemantaban materi, dibekali basic fasilitator, micro teaching.

“Bisa menjadi fasilitator Aswaja yang mumpuni untuk mengamalkan segenap ilmunya, itu cita-cita kami”, Pungkasnya.

  • view 231