Bagaimana jika?

Rio Febby Pratama
Karya Rio Febby Pratama Kategori Puisi
dipublikasikan 18 Februari 2016
Bagaimana jika?

Bagaimana jika?

Bagaimana jika, orang yang selama ini diam - diam kamu cintai ternyata juga?mencintaimu, tetapi kalian berdua berpikir bahwa perasaan kalian tak sama?

Bagaimana jika, sahabat yang selama ini kamu curhatin tentang orang yang kamu cintai, diam - diam menyimpan rasa kepadamu?

Bagaimana jika, disaat ini diluar sana, seseorang sedang memikirkanmu, menulis namamu penuh dibukunya, mengucap namamu dalam setiap doanya?

Bagaimana jika, disaat ini, seseorang diluar sana akan sangat bahagia melihat senyummu, walapun hanya berupa titik dua tutup kurung?

Bagaimana jika, ternyata mantan kekasihmu sekarang sedang memikirkanmu, menyesal, mengapa dengan bodohnya dia memutuskan dirimu?

Bagaimana jika, selama ini ada yang sedang mendoakanmu untuk selalu bersedih, karena hanya disaat dirimu bersedih, kamu akan menganggap dia ada?

Bagaimana jika, kata "Hai" dan "Selamat pagi" yang selalu kamu ucapkan telah membuat hari - hari seseorang yang biasa menjadi lebih istimewa?

Bagaimana jika, orang yang tak kau sangka mengatakan bahwa berada didekatmu membuat tangannya berkeringat, jantungnya berdetak tak karuan, dan udara seakan terasa berat?

Bagaimana jika, disaat aku menatap matamu dan kamu menatap mataku aku percaya bahwa cinta sejati itu ada?

Bagaimana jika, di dekatmu aku tak lagi butuh kata-kata untuk menjelaskan kebahagiaan?

Bagaimana jika, disetiap aku didekatmu dan memandangmu, aku jatuh cinta, lagi dan lagi, terus dan terus, tanpa henti, tanpa akhir.

Bagaimana jika, dapat mencintaimu meski tak berbalas adalah sebuah anugerah tak terhingga. Dapat mencintamu saja, telah cukup bagiku.

?

tapi...

?

Bagaimana jika ternyata selama ini ada yang kosong dari malam - malam menjelang tidurmu, ucapan selamat malam dari dia?

Bagaimana jika, akhirnya kamu tak sanggup untuk menahan perasaaanmu, mengucapkannya dan merubah semua hal menjadi canggung untukmu dan dirinya?

Bagaimana jika, ternyata ini adalah waktunya untuk menutup rapat hatimu, menguncinya, dan melemparnya jauh ke dalam samudra, lalu menyerah?

Bagaimana jika, akhirnya kamu sadar bahwa cinta sejati hanya ada didalam dongeng, dan pada akhirnya, kamu menolak untuk jatuh cinta?

Bagaimana jika, ucapan "selamat tinggalmu" membuatku hancur luluh berantakan dari dalam, tanpamu disisi, aku menjadi hampa?

Bagaimana jika, kata "maafmu" saat meninggalkanku menjadi tak bermakna. Dengan mudahnya kamu meremukkan aku, membuatku rapuh hingga tak dapat bangkit kembali?

Bagaimana jika, ternyata orang yang memenuhi hatimu, orang yang kau genggam tangannya selama ini, jauh dilubuk hatinya tidak pernah ada sosok dirimu disana?

Bagaimana jika?

?