Kepada Diriku Di Masa Depan

Rio Febby Pratama
Karya Rio Febby Pratama Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Juli 2016
Kepada Diriku Di Masa Depan

Kepada diriku di masa depan.

Disaat kamu menulis ini, kamu sedang tersenyum, karena saat ini kamu sedang jatuh cinta.
Kamu selalu memikirkan dirinya, disetiap malam, disetiap pagi, disetiap waktu, disetiap kali ada kesempatan.

Kamu seperti orang bodoh, ingat?

Sebut saja dia "R".
Melangkahlah ke mesin waktu, ingatkah disaat masa SMA, hampir setiap malam kalian berdua saling bertukar pesan?
Ekspresimu saat itu konyol sekali, kamu selalu tersenyum seperti orang bodoh saat membaca pesan singkatnya.

"Hai, Apa Kabar, Selamat Malam, dan Sedang Apa?" adalah kata-kata yang selalu kau tulis  nyaris setiap malam, tanpa henti, tanpa bosan.

Kamu selalu menjaga kata-katamu, karena kamu takut satu kesalahan kecil akan merusak segalanya.
Pernah suatu waktu kamu berkata dalam pesanmu "Tenang saja R, aku akan menjadi teman bicaramu dimalam ini hingga kamu tertidur :) " dan beberapa saat kemudian kamu tertidur dan dia sedikit marah kepadamu.
Butuh waktu satu minggu untuk membuat semua kembali normal.

Ingatkah kamu lagi, disaat dia meng"sms"mu terlebih dahulu kamu menjadi sangat bahagia, kamu merasa bahwa kamu adalah orang yang paling bahagia didunia.

Kamu tak peduli dengan hal lain,  kamu sangat bahagia saat dia meng"sms" duluan, karna setidaknya kamu tahu, bahwa dirimu telah terlintas sejenak dipikirannya.

Ingatkah kamu? Disaat kalian berpapasan secara tak sengaja, kalian pasti membuang muka, karena ada jutaan gengsi dan rasa malu yang tak dapat dijelaskan.

Masih ingatkah kamu mengapa kamu jatuh cinta kepadanya?

Lucu kamu mengenal sosoknya selama ini hanya melalui pesan singkat yang kalian kirim setiap malam, tapi kamu telah jatuh cinta kepada dia sejak pembicaraan pertama.

Hingga kini, hingga kamu dan dia telah lulus, dan kamu tak pernah berani mengungkapkan perasaanmu?

"Mengapa?"  Aku tahu jawabanmu apa.

"Karena dia telah memiliki seorang kekasih" 

Tapi, bagaimana bila dia dan kekasihnya berpisah?
Akankah kamu berani mengungkapkan perasaanmu?

Diriku dimasa ini pasti akan menjawab,

"Aku tak tahu, aku takut.. aku takut jika aku mengungkapkan perasaanku ini, semua hal akan berubah kearah yang lebih baik atau lebih buruk, dan aku takut jika ia tidak memiliki perasaan yang sama sepertiku, dan aku takut jika kelak ia menjauhiku."


Lantas, bagaimana dengan kamu yang sekarang? Apakah jawabanmu tetap sama? Atau? Berhentilah membohongi dirimu sendiri.



Disaat kamu menulis ini. kamu sedang jatuh cinta, sendirian.
Semoga disaat kamu membaca ini, kamu tidak sendirian, dan perasaanmu tidak pernah berubah.

"Kau membuat hari-hariku yang biasa menjadi lebih istimewa,  yang kau berikan padaku lebih manis dari gula dan lebih pahit dari kopi. Perasaan istimewa ini telah terpatri di duniaku.  Aku telah jatuh cinta."

 

Jum'at, 27 Juni 2014

  • view 245