Memaknai Hari Lahir

Rini Romdiani
Karya Rini Romdiani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 Maret 2016
Memaknai Hari Lahir

Aku teringat sebuah cerita, dimana ada seseorang yang berulang tahun, tapi ia memberikan ucapan?selamat kepada ibunya, bukan kepada orang yang bersangkutan. Dia berkata kepada ibu nya "Ibu, selamat?karena ibu telah berhasil melahirkan dan membesarkan dia sampai saat ini, dan selamat mengingat masa-masa?perjuangan ibu, dan selamat ulang tahun untuk putri ibu". Seperti itulah dia mengucapkannya.

Kadang kita lupa, bahwa kita dilahirkan ke dunia ini adalah perjuangan yang luar biasa dari ibu kita,?dan kita lupa untuk mengucapkan terimakasih atas itu semua. Rasa syukur kita, selalu terkalahkan oleh?harapan-harapan dari orang lain, harapan akan ramainya pesta, atau hadiah dari teman. Padahal sejatinya,?maknanya bukan seperti itu.

Aku bersyukur, mempunyai teman yang selalu care dan membuat sebuah perayaan. Dan aku anggap itu bukanlah?sebuah perayaan melainkan ucapan sayang mereka atas jalinan persahabatan yang selama ini kita jalani.?Mungkin moment yang pas nya adalah hari disaat kita bertepatan dengan tanggal lahir. Mungkin di hari itu?juga ada banyak doa yang terlontar,hadiah sebagai bentuk pemberian dan semoga doa yang tulus di ijabah oleh Allah SWT.?Dan aku memaknai hari lahir, adalah sebagai moment untuk mengingat kembali perjuangan orang tua untuk ?melahirkan dan membersarkan aku, dan juga yang paling utama adalah mengingat tujuan dari penciptaan kita?di muka bumi ini.

?Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.? (QS. Adz Dzariyat: 56)

Dan bagiku makna dari ibadah itu sangat luas sekali. Bukan hanya mengenai ibadah ritual saja, tetapi?menyangkut totalitas kehidupan manusia di muka bumi ini. Karena kita dilahirkan bukan sekedar main-main?saja, tetapi ada sebuah tujuan yang kadang manusia itu sendiri lupa akan tujuan hidupnya, dan lebih terfokus?pada tujuan duniawi saja.

?Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), ?dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?? (QS. Al Mu?minun: 115).

Semoga dengan mengingat hari lahir, kita di ingatkan kembali tentang tujuan sejati, dan kita tidak salah?memaknai.?Karena terkadang kita lupa dan sibuk untuk menyiapkan hal-hal yang tidak esensial, dan itu tidak berdampak baik?pada kehidupan kita. Semoga rasa syukur kita menjadi sebuah tindakan dan perubahan besar pada diri dan tingkah laku.?Dan aku juga ucapkan terimakasih kepada orang-orang di sekeliling yang selalu memberikan warna di dalam kehidupan?dan aku berharap selalu bersama dengan orang-orang tersayang di sepanjang sisa usia. Mari tetap bersyukur dan?dan tetap berusaha. Karena yang terpenting adalah usaha keseharian dan tidak perlu menunggu hari kelahiran untuk mengevaluasi diri dan melakukan kebaikan itu semua.

14 Maret 2016.
-Rini Romdiani-

  • view 208