Buatlah Dunia Tersenyum

Rini Romdiani
Karya Rini Romdiani Kategori Motivasi
dipublikasikan 13 Februari 2016
Buatlah Dunia Tersenyum

Akhir-akhir ini 'rumah' menjadi kata pemicu rindu. Ya, betapa tidak, sudah hampir 7 tahun aku meninggalkannya. Bukan meninggalkan tanpa alasan, bukan juga karena ketidaknyamanan. Siapa sih yang ga betah tinggal dirumah orang tua, yang sedari kecil kita berada disana? Kenyamanan berada di rumah orang tua, tidak dapat kita ukur dari bentuk atau mewahnya rumah, namun kehangatan orang-orang penghuninya. Kenyamanan itu tidak akan kita dapatkan ditempat manapun. Karena tempat tersebut selalu berhasil menjadikan kita sebagai diri sendiri. Kepergianku kali ini, membawa suatu amanah besar yang harus aku wujudkan. bukan hanya tentang keinginan diri sendiri, namun menyangkut dengan harapan orang tua.

Aku yakin, setiap orang tua manapun sebenarnya berat mengizinkan anaknya untuk tinggal jauh dari rumah,baik itu untuk menempuh pendidikan atau pun untuk bekerja. Tapi mereka memberikan kepercayaannya kepada kita yang sedang berjuang untuk mewujudakn cita-cita. Begitu pula dengan kita. Meninggalkan orang tua, rumah, dan segala kenyamanan adalah hal yang paling berat. Namun, itu harus dilakukan, demi mencapai semua cita-cita dan tentu cita-cita terbesarnya adalah melihat mereka bahagia menyaksikan kesusksesan kita sebagai anaknya. Karena mungkin sebagian dari keinginan mereka adalah keinginan kita juga, dan keinginan kita sebagian dari keinginan mereka.

Hari ini aku pergi, tapi suatu saat akan kembali bersama dengan perwujudan dari harapan-harapan orang tua. Dan dunia saat ini mengajarkanku bahwa untuk mencapai sesuatu, kita harus berkorban. Entah ini pengorbanan atau bukan, yang jelas ini adalah suatu hal yang berat untukku, meninggalkan semua kenyamanan dan kebersamaan. Tapi, aku berfikir bahwa dengan cara ini aku bisa membahagiakan mereka.

Bukankah orang tua yang berkorban? Kalo berbicara masalah pengorbanan orang tua, tidak usah diragukan lagi. Pengorbanan mereka tidak bisa ditulis satu persatu, terlalu banyak.

Jika aku harus mengubah dunia, maka langkah pertama yang akan aku lakukan adalah membahagiakan orang tua. Ukuran kebahagian setiap orang mungkin berbeda-beda, sama hal nya dengan cara. Cara kita membahagiakan orang tua juga mungkin berbeda. Tapi satu, kebahagiaan orang tua pasti sama, yaitu melihat kita pulang dengan kesuksesan atas apa yang sedang kita perjuangkan.? Sesuatu yang ?diperjuangkan? itu mungkin luas maknanya, kita tidak sedang memperjuangkan satu hal, mungkin kita sedang memperjuangkan banyak hal.

Semoga setiap kata ?rumah? dan ?pulang? bisa mengingatkan kita kembali, bahwa ada dua sosok manusia keramat yang menanti kesuksesan kita yang sedang berjuang menempuh pendidikan ataupun pekerjaan. Buatlah dunia tersenyum, yaitu dengan cara membuat orang tua kita tersenyum bahagia.