Satukan Semua Jari

Rini Romdiani
Karya Rini Romdiani Kategori Inspiratif
dipublikasikan 11 Februari 2016
Satukan Semua Jari

Ketika jendela terbuka, aku hanya melihat tirai pagi berselimut kabut. Terlihat sedikit pemandangan indah disana, akan tetapi aku terpana dengan putih nya kabut yang menyelimuti pagi.

Sedikit ku berjalan kearahnya, namun apa yang terjadi, ia menghilang begitu saja, tak sempat ku menggemgamnya, ia hanyalah biasan yang hanya menyelimuti dinginnya pagi.

Kumelihat daun daun menjatuhkan air, betapa tangan ini ingin menyentuhnya seketika dan menadah air yang jatuh dari rongga daun, akan tetapi sebelum tangan ini sampai, air dengan segera menjatuhkan diri ke permukaan tanah.Dan..oh,aku terlambat lagi.

"Tidak ada yang terlambat,,tidak ada yang terlambat,,lari?lari" Bisiku dalam hati.

Mengapa kaki ini beku tuk melangkah sementara hati sudah berlari, tak sejalan. Dan kedua tangan ini selalu tak ada kompromi. Tangan kanan ingin meraih ini dan tangan kiri ingin meraih itu, sementara keduanya tak bisa dipisahkan, tak sempurna jika aku harus kehilangan satu tangan. Biar saja keduanya tetap ada pada diriku. Sampai akhirnya tangan ini ada yang mengalah demi salah satu.

Dan akhirnya ku harus berjalan walau dengan langkah gopoh tapi dengan langkah yang berpeta.

Kuberusaha menggenggap erat tanganku mempersatukan semua jari hingga akhirnya kuraih semua, tanpa ada satu pun yang tertinggal.