Lilin dan Kasih Sayang

Rini Romdiani
Karya Rini Romdiani Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 10 Februari 2016
Lilin dan Kasih Sayang

Ini tentang kehilangan.

bukankah ini tentang kasih sayang?

Cerita ini dimulai dari kehilangan.

Aku teringat akan sebuah cerita, cerita dari seorang teman tentang kisah 4 lilin.

Baiklah aku akan memperkenalkan nama lilin-lilinku.

Lilin yang pertama : "Hallo, namaku adalah damai"? aku akan berbicara tentang kedamaian, aku tak yakin setiap manusia akan selalu menjaga kedamaiannya, apalagi jaman sekarang yang penuh dengan kegalauan. Ditengah-tengah perdamaian dunia saja, masih banyak negara yang gak berdamai. Untuk menemukan kedamaian hati juga sulit rasanya, maka aku matikan saja diriku. Lilin yang pertama padam dan hilang.

Lilin yang kedua?? : "Namaku adalah iman" namun sayang sekali banyak manusia yang hari ini kehilangan imannya, keteguhan akan iman banyak luntur seketika, sayang aku tak berguna lagi, dan manusia tak mau mengenalku. Tak ada gunanya aku tetap menyala. Begitu selesai berbicara, angin meniup memadamkannya.

Lilin yang ketiga : " Aku adalah Cinta, semua manusia memujaku, bahkan semuanya mengatasnamakan cinta, namun sayang cinta selalu membutakan manusia, dan manusia selalu lupa akan cinta yang sebenarnya, kebanyakan dari mereka mengobral kata cinta. Dengan mengatasnamakan cinta banyak korban dan pengorbanan. Namun aku takut merusak dan membelokan manusia, maka lebih baik aku padam saja. Dan lilin ketiga pun mati dan hilang.

Tiba-tiba ada seorang anak yang menangis ketakutan, karena susana gelap gulita, Dan tak ada seorangpun yang bisa menghentikan tangisannya. Tapi tiba-tiba ada yang berkata "Jangan takut nak, jangan menangis, selama masih ada aku, dunia masih akan terang. Selama ada aku, manusia akan tetap mempunyai rasa damai,iman, dan cinta. "Aku adalah lilin harapan" Selama manusia masih hidup pasti membutuhkan aku. Maka akulah harapan, harapan yang bisa memberi kedamaian, iman, dan cinta, untuk manusia.

Pesan yang diambil dari cerita itu adalah, selama masih ada harapan tidak akan ada yang namanya kehilangan.Termasuk kehilangan kasih sayang. Kasih sayang itu seperti do'a anak untuk kedua orang tua nya, tidak akan pernah putus. Jika kita menyaksikan hari ini orang-orang merayakan hari kasih sayangnya, maka saya berpendapat tidak setuju. Kasih sayang bukanlah bentuk perayaan. Dan merayakan adalah sebuah bentuk kata kerja, dalam arti ada tingkah laku yang akan diperbuat. Bukankah kasih sayang itu adalah perasaan. Dan perasaan itu adalah kata sifat. Hanya hati yang dapat merasakannya. Jika kasih sayang adalah perasaan, maka untuk apa perayaan?

orang tua kita pun tidak mengajarkan demikian. Mereka memberikan kasih sayangnya kepada kita dengan perasaan bukan dengan perayaan. Dan kasih sayangnya tidak terbatas, tidak hanya hari ini dan besok, tapi kasih sayang itu sepanjang masa. Kasih sayang itu ibarat harapan. Jika kita kehilangan harapan maka kita akan kehilangan kasih sayang. Dan selama lilin harapan menyala kasih sayang akan tumbuh sepanjang hari. Dan tidak ada lagi yang mengatasnamakan hari kasih sayang, Lihatlah orang tua kita, yang selalu memberikan kasih sayangnya setiap hari. Karena kasih sayang adalah perasaan bukan perayaan.