Why Business?

Rini Romdiani
Karya Rini Romdiani Kategori Motivasi
dipublikasikan 30 April 2017
Why Business?

Bagi saya, kehidupan pasca campus itu adalah masa-masa paling menantang. Setelah sebelumnya berfikir bahwa setelah lulus kuliah adalah hal yang melegakan, dan oh… ternyata tidak begitu. Kehidupan setelah lulus justru perjuangannya harus lebih dari ekstra. Karena kehidupan yang sesungguhnya baru akan dimulai pada saat itu. Kenapa? Karena saat-saat itulah kita akan dihadapkan dengan pilihan, dan ternyata pilihan itu jauh lebih menuntut pemikiran dibanding pemilihan outline skripsi.

Salah satu dari sekian banyak pilihan penting adalah memilih pekerjaan. Ditengah krisis pekerjaan dan banyaknya angka pengangguran, membuat saya berfikir keras, kiranya apakah pekerjaan yang paling cocok bagi saya? Pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan diri saya. Saya mulai mencari dan berusaha.

Sebenernya seperti apa sih deskripsi pekerjaan yang saya inginkan? Bukannya pilih-pilih pekerjaan, tetapi saya termasuk orang yang suka berfikir panjang, selalu memikirkan jangka panjang dan dampak pekerjaan itu terhadap kehidupan pribadi saya. Kalau saya harus bercerita dan menggambarkan keinginan saya, saya ingin bekerja di perusahaan yang kultur kerjanya menyenangkan dalam arti menyuguhkan situasi-situasi yang membuat saya bisa mengembangkan diri. Bisa dikatakan sebagai sebuah industri kreatif gitu, yaa.. start up lah tidak harus perusahaan yang multinasional ataupun internasional yang terpenting adalah bisa membuat saya bertumbuh.

Setelah berfikir seperti itu, mungkin agak sulit untuk mencari apa yang sesuai dengan keinginan diri sendiri. Akhirnya saya pun berfikir, kenapa tidak merintis sendiri saja? Kalo lapangan pekerjaan sulit kita cari maupun kita temukan kenapa kita tidak menciptakan lapangan pekerjaan sendiri saja? Meskipun membutuhkan proses yang sangat panjang, bukankah proses itu sendiri yang membentuk diri kita. Dari proses itu akan ada ujian-ujian ataupun kerikil yang sedikit banyaknya akan menguji kesabaran kita. Tapi saya selalu menekankan kepada diri sendiri bahwa ujian itu adalah suatu hal yang membentuk diri kita hingga saat ini, melalui proses itulah kita belajar. Kita didewasakan oleh beberapa hal yang bertolak belakang dengan keinginan kita.

Dan akhirnya timbulah tekad saya untuk membesarkan usaha yang sedang saya jalani. Meskipun agak sedikit mainstream, tapi gapapa saya yakin saja. Dan akhirnya kenapa saya memilih bisnis?

Pertama, dengan berbisnis saya akan belajar menghargai sebauh proses, bahwa ternyata perusahaan-perusahaan yang sekarang sudah berkembang, mereka mempunyai awal yang sama. Mereka tidak langsung menjadi besar, semua merintis dari bawah, jatuh bangun pasti dan mereka sudah melalui itu semua. Bahwa dengan berbisnis kita akan lebih berusaha menghargai waktu. Waktu kita tidak banyak tersita dengan tuntutan perusahaan. Kita meyakini bahwa waktu di dunia itu fana, maka kita akan menggunakan waktu kita untuk kehidupan setelah ini, dan kita bisa punya banyak waktu untuk itu semua. Bukankah dari itu semua sudah ada yang mengatur, termasuk rezeki kita, dengan berbisnis kita akan menyadari bahwa rezeki adalah sesuatu yang sudah diatur oleh Allah SWT. Dan Rasullulah pun mecontohkannya melalui berdagag.

Kedua, dengan berbisnis kita akan menyaksikan diri sendiri dan bisnis kita akan bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Apalagi kita mempunyai partner yang memang mendukung kita untuk terus bertumbuh, bahwa dengan itu semua kita akan di tuntut untuk memaksimalkan seluruh potensi yang sudah Allah beri kepada kita. Berapapun rezeki yang sudah kita dapatkan, kita diajarkan untuk selalu bersyukur. Untuk awal-awal memang pendapatan kita akan jauh daripada upah minimum daerah maupun regional, tapi dengan berbisnis kita akan mengesampingkan masalah upah ataupun gaji, bahwa berapapun yang kita dapatkan kita akan merasa puas karena hasil jerih payah sendiri. Dengan begitu kita akan belajar dan terus belajar untuk memaksimalkan potensi yang kita punya, dan menuntut kita untuk berkreativitas lebih, karena kita berfikir semua yang kita lakukan adalah untuk mengembangkan bisnis sendiri. Beda hal nya dengan perusahaan orang lain, jika kita melakukan inovasi dan perubahan-perubahan mungkin yang kita dapatkan hanyalah reward. Bagi saya melakukan banyak hal kreatif terutama untuk membuat diri lebih bertumbuh adalah salah satu hal yang menyenangkan.

Ketiga, dengan berbisnis kita akan lebih mengahargai peran kita sebagai wanita. Terutama sebagai istri jika kita sudah menikah. Dengan itu semua kita akan lebih totalitas untuk mengabdikan diri kepada suami dan anak kita nanti yang lebih utama adalah mengabdikan diri kepada Allah, karena itu semua adalah perintahNya. Bukan berarti ketika kita tidak bekerja di luar kita tidak punya penghasilan bukan? Tapi saya mempunyai keinginan dengan berbisnis saya bisa tetap bekerja dan melakukan produktivitas yang dalam hal itu untuk bisa menghargai suami dan ikut berkontribusi dalam hal keungan keluarga saya nanti. Sepertinya menyenangkan sekali, apalagi jika nanti partner hidup kita mendukung dan berusaha ikut mewujudkan mimpi-mimpi kita.

Keempat, dengan berbisnis kita akan terhubung dengan banyak orang. Jangkauan silaturahmi kita akan sangat luas sekali, seiring dengan berkembangnya pasar bisnis kita. Karena saya menyadari sebagai seorang perantau saya hidup jauh dari orang tua. Bahwa dengan saya mempunyai proyek bisnis, akan menghubungkan saya dengan banyak orang di tanah rantau. Apalagi jika nanti harus ikut suami #ihiw. Tentunya jaringan komunikasi kita juga harus luas, maka dari itu saya katakan bahwa dengan berbisnis akan lebih terhubung dengan banyak orang, yang tadinya tidak kenal bisa menjadi kenal, yang tadinya jarang ketemu bisa jadi sering bertemu, yang tadinya sering bertemu akan lebih menjadi saudara. Dan semakin banyak keberkahan yang akan kita dapatkan dari berbisnis. 

Lalu, hal apa yang akan saya lakukan?

Saya akan terus belajar menikmati dan menghargai proses, ini adalah awal, dan suatu saat nanti saya akan mengingat pesan pribadi yang saya tulis ini untuk diri sendiri. Saya akan selalu memberanikan diri untuk menumbuhkan potensi kreatif dan menjadikan ujian yang saya alami sebagai proses pembelajaran sehingga dari hal itulah diri saya akan terbentuk dengan lebih mengikhlaskan apa-apa yang terjadi, dan semua itu atas kehendakNya. Dan saya akan belajar bahwa proses kreativitas sebagai sarana untuk menyampaikan kebaikan. Dengan saya bermuamalah dengan orang lain, saya akan belajar makna rezeki yang sesungguhnya. Saya akan bertumbuh dari berbagai pengalaman-pengalaman orang lain yang sudah sukses terlebih dahulu. Dengan begitu saya akan bisa mewujudkan keinginan saya untuk bekerja dengan tim yang menyenangkan.

Setelah itu saya akan kembalikan bahwa pada dasarnya, apa-apa yang belum kita capai ataupun apa-apa yang sudah kita capai itu berasal dari Allah. Bukan tentang seberapa penghasilan ataupun omzet bisnis kita, tapi ini tentang bagaimana kita mengusahakan dan menggunakan potensi yang Allah kasih kepada kita, karena kelak akan ada sebuah pertanggung jawaban besar dihadapanNya. Sebab rezeki adalah sesuatu yang berasal dariNya dan sudah ada takaran-takaranNya.

Semangaaaat meraih mimpiii, selamat memaksimalkan potensiiii.

Dari orang yang selalu ingin belajar, belajar dan terus belajar.

-Rini Romdiani-

  • view 71