Kun Anta

Rini Romdiani
Karya Rini Romdiani Kategori Motivasi
dipublikasikan 15 Mei 2016
Kun Anta

Rasa ingin menjadi orang lain, kadang muncul dalam perasaan kita, ingin menjalani kehidupan orang lain yang kita kagumi, ingin menikmati hidup seperti orang lain. Bagaimana rasanya jika kita bukanlah kita? Bagaimana rasanya bila jiwa kita berada dalam tubuh orang lain? Menjalani kehidupan yang sepertinya menyenangkan. Padahal belum tentu.
Kita tidak harus bersusah payah menjadi orang lain, kita tidak perlu pusing-pusing untuk menjadi seperti orang lain. Apakah menjamin kehidupan mereka, lebih menyenangkan dari kehidupan yang sedang kita jalani saat ini. Kita sering melihat orang lain begitu bahagia, apalagi dunia saat ini telah banyak melahirkan teknologi yang bahkan setiap detik kita bisa membagikan kebahagiaan, menceritakan kesediahan. Bagaimana rasanya jika kita terus ingin menjadi seperti itu? Merepotkan, kan? Bisa jadi kita terlalu sibuk memikirkan orang lain, jangan-jangan dengan kesibukan itu kita lupa, lupa akan nikmat yang telah kita dapat. Sahabat, setiap diri manusia itu berharga, kita tidak perlu membandingkan hidup kita dengan orang lain, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan.
Mengapa kita diciptakan sebagai kita? pasti itu ada sesuatu yang berharga didalamnya. Mengapa kita diciptakan dengan kehidupan yang seperti ini? Pasti ada sesuatu yang indah disana. Tidak usah menginginkan menjalan kehidupan seperti mereka, kita hanya perlu bersyukur dan menjadi diri sendiri. Dan taukah bahwa setiap diri manusia itu diciptakan sama. Allah menciptakan manusia dengan potensi kemuliaan, kita diberikan akal, diberikan qolbu, dan nafsu, itu semua dibagi rata sama Allah untuk setiap makhluk yang bernama manusia. Namun apa yang menjadi pembeda antara manusia yang satu dengan yang lainnya? Usaha ! Kita diberikan modal dasar yang sama oleh Allah, kita diberikan potensi yang sama. Kita diberikan akal untuk berfikir, diberikan hati, dan diberikan nafsu yang terkadang itu bertentangan dengan akal kita. Dan tindakan adalah sinkronisasi antara akal dan hati. Jika kita bisa menggunakan semua potensi itu, kita tidak perlu repot-repot untuk menjadi seperti orang lain. Cukup menjadi diri sendiri yang menyadari bahwa setiap manusia itu istimewa, tidak ada manusia yang sia-sia, itu hanya karena manusia itu sendiri yang tidak bisa mengolah potensinya.
Oh iya, mari kita saling menyadari yah, mari menjadi diri sendiri, mari kita oleh potensi. Agar hidup kita lebih dinikmati, karena menjadi orang lain itu sangat melelahkan, dan kita cukup melillahkan diri untuk menjadi diri sendiri dengan potensi yang diberi.
SemangatKawan, Kun Anta !
-RiniRomdiani-