Maaf.

Rini Kukuh
Karya Rini Kukuh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Agustus 2016
Maaf.

Maaf kalau aku sering terlihat berlebih, aku hanya ingin memberikan yang terbaik dan terbagus yang aku mampu.

Maaf kalau aku sering terlihat memaksakan, aku hanya ingin menunjukkkan kesungguhan dan ketulusanku, tanpa pernah sedikitpun menyelipkan ke-sok-an ku kepada siapapun. Terlebih lagi kepadamu.

Maaf kalau aku sering terlihat berlaku angkuh dan sombong, aku hanya ingin tetap fokus menjaga diriku sendiri dari siapapun dan apapun juga, agar tidak ada satu kesempatan kecilpun yang bisa memicu kecemburuanmu kepadaku.

Maaf kalau aku sering terlihat diam tak banyak bicara, aku hanya berusaha untuk tetap menjaga sikapku agar tudak menimbulkan banyak masalah dan kesalahan-kesalahan baru lagi.

Maaf kalau aku tidak suka berdebat denganmu, karena bagiku berkomunikasi dua arah itu lebih baik bagi kita berdua, dibanding dengan beradu argumentasi atas keegoisan diri kita masing-masing.

Maaf kalau aku lebih banyak memilih berdamai dengan amarahmu, bukannya aku yang lemah dan bisa ditindas, atau kamu yang lebih kuat dan berkuasa, bukan. Tapi karena aku selalu berusaha menempa diriku sendiri untuk belajar mengalahkan emosiku yang bisa jauh lebih gila dari yang bisa kamu lakukan selama ini.

Maaf kalau pada akhirnya aku memilih untuk menyudahi semuanya, aku hanya ingin mendedikasikan hidupku kepada seseorang yang mengerti arti dicintai, dihargai, dijaga dan dihormati.

Dan (sayangnya) seseorang itu bukanlah kamu (lagi).

Maaf..        (RZ3, 13/08/2016, 17:28 wib)

  • view 171