Tulisan Pendek.

Rini Kukuh
Karya Rini Kukuh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Juli 2016
Tulisan Pendek.

Kenapa kamu masih membuang-buang waktumu saja. Seharusnya kamu itu bersamaku saat ini. Karena hanya aku yang tau bagaimana caranya memperlakukan kamu dengan sangat cantik dibanding dia. (09:26 wib)

 

Aku tau keinginan terbesarmu saat ini. Bertemu denganku. Melihat senyumku. Mendengar suaraku dan menyentuhku. Tapi kenapa kamu masih diam saja disana ?. Datanglah !. (09:31 wib)

 

Aku memeluk-Mu dalam kesunyian. Aku bersandar pada-Mu dalam hati yang sedang beradu dengan kegundahan. Aku melelehkan diriku seiring sujydku kepada-Mu. Aku sedang tidak berdaya, Tuhan...... Hidupku seakan-akan kosong kehilangan isinya. Perasaanku seperti kain perca yang berserakan tak berpola. Kepalaku hanya dipenuhi kata-kata tanpa makna, tanpa arti, multi ambigu. Aku membutuhkan-Mu, Tuhan..., sangat...dan teramat sangat. Dalam air mataku menggenang kedukaan yang begitu pekat. Tolong dekap aku, Tuhan.... Berikanlah aku rasa cinta yang sesungguhnya, kasih sayang yang sebenar-benarnya dan kedamaian yang sarat akan ketulusan. Karena tidak ada satupun dari ciptaan-Mu yang Engkau tempatkan di dunia ini, yang mampu memberikannya kepadaku dengan penuh keikhlasan. (10:14 wib)

 

Aku suka membicarakan apapun denganmu. Terutama tentang perasaan cinta dan rindu. Dan aku rindu semua cintamu. (10:25 wib)

 

Seandainya kamu bisa melihat seberapa detail perasaanku padamu. Mungkin kamu akan hafal betul kalimat-kalimat apa yang selalu tertulis disetiap seratnya : "Aku cinta padamu". ""Aku selalu merindukanmu". "Hanya kamu yang aku mau". "Tetaplah bersamaku, jangan pernah tinggalkan aku". (10:28 wib)

 

Kamu tau rasanya tergila-gila?. Lihatlah bagaimana Aku kepadamu. (10:55 wib)

 

Sudah sewajarnya kamu dicintai. Karena kamu terlahir memang untuk dicintai, oleh aku. Sudah sepatutnta kamu disayangi. Karena kamu tercipta memang untuk disayangi, oleh aku. Sudah seharusnya kamu dimiliki. Karena keberadaanmu memang untuk dimiliki, hanya okeh aku dan hanya aku saja, tidak untuk yang lainnya. (11:03 wib)

 

Kalau aku merasa kesepian, ramaikanlah. Kalau aku merasa bersedih, gembirakanlah. Kalau aku merasa putus asa, semangatilah. Kalau aku merasa lemah, kuatkanlah. Kalau aku merasa terjatuh, bangkitkanlah. Kalau aku merasa terpuruk, bebaskanlah. Kalau aku merasa tak memiliki siapa-siapa lagi, maka hadirlah, datanglah, ada-lah untukku. Kalau aku merasa kosong dan hampa, maka isilah, penuhilah. Kalau aku merasa nelangsa, bahagiakanlah. Kalau aku merasa ketakutan, beranikanlah. Kalau aku merasa bukan siapa-siapa, maka yakinkanlah betapa sangat berartinya aku untukmu. (11:14 wib)

 

Kenapa kamu masih terus bertahan saja dusana. Merindukanku tanpa melakukan apapun. Berdirilah !. Berjalanlah !. Kejar aku.... Temui aku dusini, dan katakan apapun yang ada dalam hatimu, ungkapkan semua yang kamu rasakan. Jangan hanta diam saja dan menganggap aku tau apapun yang ada dalam pikiranmu. Datanglah !. Dekatilah !. Peluk aku..... Katakan betapa hidupmu sangat tidak asik jika tidak ada aku disisimu. (11:30 wib)

 

 

  • view 197