Tulisan Pendek

Rini Kukuh
Karya Rini Kukuh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Juli 2016
Tulisan Pendek

Tidak ada kata lain. Tidak ada perasaan lain. Selain Rindu, padamu. (17:20 wib)

 

Berlarilah sekencang yang kamu bisa. Aku akan disini, menunggumu. Berusahalah sekuat yang kamu mampu. Aku akan tetap disini, menunggumu. Berubalah sebaik-baiknya yang terhebat menurutmu, Aku akan selalu disini, menunggumu. Tanpa teriakan, tanpa hentakan, tanpa warta berita, tanpa rengekan dan tanpa apa-apa. Polos....(17:29 wib)

 

Hanya ada Rindu dan Rindu. Dan semua Rinduku itu hanya punya satu pemilik, yaitu Kamu. (18:06 wib)

 

Aku masih mempercayai semua kemampuanmu dan keinginanmu untuk menjadi lebih baik, meski tanpa ada aku lagi disitu. Buktikan !. Buktikan kalau kamu bukan seorang pecundang. Buktikan kalau kamu bukan seorang yang pantas disebut bangsat, yang maksimal dalam berbicara tapi minimal dalam bertindak. Yang hanya bisa membual tapi tidak bisa membuatnya menjadi nyata.(18:12 wib)

 

Aku menerima kehadiranmu dengan baik, maka perlakukanlah aku juga dengan penuh kebaikan. Aku mengenggammu dengan tulus, maka peluklah aku juga dengan penuh ketulusan. Aku mengiringi langkahmu dengan sungguh-sungguh, maka temanilah aku juga dengan penuh kesungguhan. Jangan menghianatiku. Jangan menjatuhkanku. Jangan mencacatiku dan Jangan pernah sekalipun membuatku menjadi tidak bisa mempercayaimu. Akan sangat berat derita yang nanti akan kamu tanggung diseumur hidupmu. Percayalah. (18:20 wib)

 

Kenapa harus ada orang lain yang kamu hadirkan diantara kita ?. Apakah keberadaanku masih dirasa kurang untuk memenuhi ruang hati dan pikiranmu ?. Apakah aku tak memiliki kemampuan untuk membuatmu bahagia ?. Apakah aku sama sekali jauh dari kata pantas untuk kamu pertahankan, kamu jaga dan kamu lindungi perasaannya ?. Apakah dia bisa mencintaimu seperti aku mencintaimu selama ini ?. Apakah dia bisa menerima semua kekuranganmu tanpa melenyapkan semua kelebihan yang kamu punya sebagai seorang manusia biasa ?. Apakah dia bukan seorang manusia yang mempunyai perasaan, hati nurani dan pikiran yang waras, hingga dia memiliki keberanian yang luar biasa untuk merampas hidupmu bersamaku ?. Siapakah dia ?. Seberapa berartinya dia untuk hidupmu ?. Sangat berhargakah dia jika dibandingkan aku dan dunia yang sudah kita bangun sedari dulu ?. Renungkanlah lagi, sayang...., karena hidupmu tidak akan seindah ini jika tidak bersamaku sedari awal. (18:40 wib).

 

Hatiku ini bukan kepingan lego yang bisa kamu bongkar pasang seenaknya. Pikiranku bukanlah plastisin yang bisa kamu bentuk menjadi apapun yang kamu inginkan. Perasaanku juga bukan sebuah bola yang bisa kamu tendangi kesana kemari dengan riang gembira. Aku bukan mainan masa kecilmu, sayang.       Dewasalah !. (18:54 wib)

 

Aku tau kamu selalu ada untukku, disana. Aku tau kamu selalu memikirkanku,disana. Aku tau rasa sayangmu padaku masih utuh, disana. Aku tau rasa rindumu padaku masih tetap bergejolak kuat, disana. Dan aku masih bisa merasakan semua itu, disini. (19:02 wib).

 

Jangan salahkan semua pesona yang sudah aku miliki sejak lahir. Aku memang sangat menarik untuk didekati. Aku memang sangat diinginkan untuk dimiliki. Aku memang sangat pantas untuk diperjuangkan. Aku memang sangat layak untuk dicintai, disayangi, dilindungi dan diberikan banyak kebahagiaan dari lawan jenis. Jangan iri, jangan pula sirik apalagi benci melihatku menjadi begitu diidam-idamkan oleh mereka . Cukup bayangkanlah saja, betapa beruntungnya bisa menjadi diriku yang seperti ini. Mengasyikkan. (19:13 wib)

  • view 239