Pintu Pesawat Yang Tertutup

Rini Fitriani
Karya Rini Fitriani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Mei 2017
Pintu Pesawat Yang Tertutup

Dengan rasa gelisah dia melirik jam tangan yang lekat di tangan kanannya. Sudah lewat 5 menit namun tidak juga terdengar panggilan dari pihak maskapai domestik sebuah air line. Dengan setengah ragu-ragu di berjalan ke arah beberapa orang petugas yang sedang menyelesaikan administrasi.

"Mas....boleh nanya nggak..?" tanya wanita cantik berkacamata itu

"Iya Bu....ada apa ya?  lanjut petugas.

"Lama ngga lagi boarding pesawat... XXX...tujuan surabaya" tanya wanita itu.

"Sebentar Bu...bisa lihat tiket pesawatnya? petugas itu menanya balik.

Sambil memperlihatkan tiket dan boarding pass nya sang wanita itu terus memperhatikan keadaan sekeliling yang masih ramai dengan penumpang yang mau berangkat.

"Ini sudah boarding 20 menit yag lalu Bu"  jelas Petugas

"Kok Saya ngga dengar" sahut wanita

"Kami sudah melakukan beberapa kali panggilan sampai panggilan terakhir, namun Ibu tak ada" lanjut Petugas

"Saya sudah 1 jam di sini Pa...tidak kemana-mana..tidur pun tidak. Mengapa saya tidak mendengar?  tolong dong pa..gimana solusinya" Wanita itu mencoba negosiasi.

"Sebentar Bu,....kita coba hubungi petugas lapangan.." tak berselang lama petugas mendapat informasi bahwa pintu pesawat sudah tertutup.

Dengan perasaan bingung, aneh..dan tidak masuk dalam pikir dan akal sang wanita itu pun terus bertanya-tanya dalam hati "apa yang sedang terjadi...?" Ini bukan penerbangan pertama ataupun kepergian pertama seorang diri.  Kok bisa ya saya tidak mendengar, tidak memperhatikan apalagi tidak melihat orang-orang antri pada saat boarding. Padahal dia duduk tidak jauh dari pintu untuk boarding.

Wanita itupun menerima takdir yang telah terjadi, apa boleh dibuat..meskipun sudah puluhan kali bepergian, ke luar dan dalam negeri, memiliki tingkat kepekaan yang tinggi dan kehati-hatian yang tinggi pula namun ada saat masa itu berkehendak lain. Sepenggal waktu yang tidak terhubung dengan keadaan sekitar,  panca indera yang tidak menunaikan tugas seperti biasa dan jiwa yang jelas tak berada pada tempat raganya. Selalu terselip hikmah pada setiap peristiwa.

  • view 39