Bijak Bersikap dalam Peradaban

Rini Fitriani
Karya Rini Fitriani Kategori Inspiratif
dipublikasikan 25 Maret 2016
Bijak Bersikap dalam Peradaban

Berbagai macam pekerjaan sebagai profesi dilakukan banyak orang dalam memenuhi kebutuhan hidup yang terus menerus akan meningkat sesuai dengan kebutuhan.

Hidup terus menerus berlalu tanpa ada seorangpun yang bisa menahan meskipun satu detik. Dunia terus berputar pada porosnya, siang berganti malam, sebentar pagi tak lama sorepun tiba. Setiap manusia memiliki tujuan masing-masing yang berbeda-beda, bekerja untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarganya, ada yang meski sudah kaya dan berkecukupan tetap terus masih bekerja keras entah alasan apalagi mereka tetap bekerja, demi sesuai nasi atau beberapa potong pakaian ataukah mengumpulkan tanah, perhiasan dan deposito yang terus membukit sehingga mereka sendiri sudah lupa berapa banyak harta yang mereka punya. Sementara kaum papa masih mengais sampah untuk ditukar dengan beberapa genggam beras atau berjualan dengan modal ala kadarnya untuk menyambung hidup, jangankan memikirkan pakaian mahal, kendaraan, perhiasan sesuatu yang ada bisa dan dipakai saja sudah jauh dari cukup.

Rakyat miskin di sekeliling kita masih lebih banyak dari pada yang rakyat mapan dan kaya, hal ini bisa dilihat dari warna keseharian dari kesibukan mereka masing-masing. Dari penampilan dan pergaulan, dari kebiasaan dan kebudayaan meski hal itu tidak terlalu mencolok namun menjadi batas tembok yang selalu terjadi dan menjadi jurang pemisah antara kaya dan miskin.

Sebaris pertanyaan hadir.. Anda bersama keluarga anda berada pada bagian manakah dari sebuah peradaban masyarakat?

Tak perlu dijawab dengan tepat, namun sebuah perenungan akan menjadi semakin bermakna ketika kita bisa menyikapi sebuah keadaan dan takdir dengan bijak.

  • view 74