The One I Love Doesn't Even Exist

Rin Maulida
Karya Rin Maulida Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 12 Oktober 2017
The One I Love Doesn't Even Exist

Aku menengadahkan kepada pada langit yang mulai kelabu. Sepertinya hujan akan segera memenuhi dahaga bumi setelah kepanasan seharian ini. Tidak ada yang bisa aku lakukan saat ini. Duduk bermalas-malasan di serambi kamar menjadi hal yang begitu nyaman di situasi seperti ini.

Berulang kali ku cek layar ponselku. Hanya ada puluhan pesan di grup WA teman-teman angkatanku. Rata-rata membicarakan hal-hal yang tak pernah cocok dengan kepribadianku. Kadang, tak jarang mereka berkata kalau aku berbeda. Tapi, bukan berarti mereka mengucilkanku. Sebaliknya, aku memiliki teman-teman yang begitu mendukung satu sama lain. Dengan kepribadianku yang seperti ini, mereka tetap memasukkanku kedalam lingkarang sosialisasi mereka.

Kembali pada apa yang sering mereka katakan tentang diriku yang berbeda, sebenarnya bukanlah pada arah yang negatif. Berbeda menurut mereka adalah ketika sesuatu yang lucu menurut mereka menjadi sebuah hal biasa bahkan tabu bagiku. Sedangkan hal-hal yang aneh menurut mereka menjadi sesuatu yang bisa saja membuatku terpingkal geli.

Belum lagi di antara teman-temanku yang perempuan. Jika sedang berkumpul bersama dan melihat sosok pria, mereka akan memulai penilaian mereka sendiri. Dan, ini adalah salah satu yang membuat mereka men-cap jika aku berbeda. Seleraku pada pria berbeda jauh dari mereka. Ketika ada pria yang menurut mereka tampan, maka akan terlihat biasa saja di mataku. Dan, jarangnya mereka mendengarku mengangan-angankan seorang pria juga menjadi salah satu penyebabnya. Dan teman-teman pria menyebutku sebagai gadis yang sulit jatuh cinta.

Kadang, mereka sering menggodaku dengan mengatakan jika aku mungkin memiliki kelainan. Sebenarnya mereka semua salah besar. Sesungguhnya, aku adalah tipe gadis yang mudah sekali jatuh cinta. Bahkan tak jarang menjadi histeris sendiri jika sudah menemukan pria yang sesuai keinginanku.

Tapi, ketika aku utarakan perasaanku pada pria tersebut pada mereka, tatapan prihatinlah yang mereka berikan padaku. Tak jarang ada yang memandangku dengan penuh rasa khawatir.

"Kamu sehat kan? Itu enggak mungkin jadi nyata. Yang realisitis saja. Kita pasti bantu kamu buat nemuin cowok yang tepat!" itu adalah yang mereka ucapkan tiap kali kutunjukkan wajah-wajah pria yang aku sukai.

Hal itu tentu saja membuatku merasa sangat sedih. Memangnya, apa salahnya jatuh cinta pada karakter anime yang sering aku tonton? Mereka sempurna luar biasa!! Sulit menemukan yang seperti mereka di dunia nyata.

"Mereka bahkan tak pernah eksis di dunia ini," ujar mereka dengan ekspresi yang sulit aku artikan. Entah menganggapku lucu, menjengkelkan, atau bahkan menyedihkan.

Sejak saat itu, jika mereka bertanya "Apa kamu punya orang yang kamu cintai?" maka aku akan langsung menjawabnya dengan lantang, "Ya. Tentu saja aku punya!" namun, sambil bergumam dalam hati "walaupun, the one I love doesn't even exist." :D

................................................................................................................................................................................................................................................................

Fyuh... ini hanyalah tulisan di saat bosan menunggu jam pulang sekolah. Mohon maafkan ke-absurd-an cerita ini :'D

Jika terkesan aneh, abaikan saja! Atau bisa tinggalkan komentar kalian di sini ^^

Ttd

 

Penulis Amatir^^

  • view 102