Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesusastraan 5 Agustus 2018   22:38 WIB
Putri Senja Sayang

Hallo, putri senja sayang ...

Malam ini mataku masih terjaga. Ingin sekali rasanya menulis bait-bait tentangmu. Walau sekarang tak bisa merangkai lagi  kata seindah dulu.

Karena memang takdir membawaku lebih senang menjadi pendengar bukan menjadi seorang pujangga. Biarlah menjadi pujangga sesekali saja bila ada alasannya.

Lama sekali tidak menyapamu. Rasanya lika liku hidup ini membuatmu lebih hidup dalam dunia nyata.

Hmm.. malam ini nampaknya engkau putri senja rindu puisi. Akhir-akhir ini engkau lebih tersurat mengungkapkan isi hati. Walau begitu dalam beberapa tulisan tetap masih ada yang tersirat, kini mengungkapkannya pada tulisan-tulisan nan indah seperti dulu itu sangat susah dan sudah lelah sebetulnya. Karena setiap tulisan menguras rasa. Semakin indah kata, semakin terlarut di dalamnya.

Putri senja sayang, sabar ya.. yang kuat. Sepertimu yang tetap menjadi dirimu. Putri yang selalu ceria, walau kebanyakannya bercanda haha yang tidak bisa berbohong memendam rasa. Sedih ataupun bahagia. Putri, meski aku tahu engkau tak mengerti inginmu saat ini apa dan bagaimana. Tetap berjalanlah putri hingga Allah menjawabnya dengan kata tepat.

Tepat dalam kata kapan? Tepat bagaimana caranya? Tepat seperti apa nantinya? Tepat dimananya? Tepat bersama siapanya?

Tetaplah titipkan tepat-tepat itu pada Allah sayang.

Putri senja sayang, seperti senja engkau tetap indah dalam versimu sendiri. Seperti senja, hidup ini pahit dan manisnya hanya sebentar, berbatas, tak selamanya. Seperti senja, engkau akan sampai sayang pada masa engkau menjadi pendengar mereka kala senja hingga sunyi itu tiada. Sepi itu kata bukan rasa. Hingga nanti engkau bahagia sampai pada kala senjamu, senja milikmu sendiri. Bersama sosok yang menemanimu dengan setia dan dengan putra putrimu yang menyayangimu seperti menggeggam senja di akhir masa. Menjagamu dengan penuh kasih sayang dan menemani hingga engkau tak merasa sendiri.

Putri senja sayang, teruslah berjalan. Hingga kau temukan Allah lagi di setiap keadaan. Hingga engkau berpangku tanga, ridho yang engkau harapkan lagi dan terus diusahakan dengan kebaikan. Allah tau engkau sayang. Allah menyayangimu.

Merindumu putri senja. Di perbatasan. Semoga engkau cepat menemukan langitmu, hingga kau adalah putri senja yang menyatu dengan langit, bukan sebagai laut yang hanya bisa memandang sang langit dari jauh. Tak bisa menyatu, yang hanya bisa dijadikan cermin. Bahwa ketika bercermin, kau sadar “Ia berada di atas,  Ia jauh dan sangat jauh”.

Putri senja sayang, selamat malam. Teruslah berjalan.

Karya : rikeu novia