Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 12 Juli 2018   19:54 WIB
Duhai Engkau yang Sedang Memperkuat Do’a untuk Esok Hari dan Seterusnya

Hanya tulisan-tulisan ini yang menemanimu, hanya buku-buku yang menjadi kendaraanmu move on dari keterpurukan. Duhai diri berdamailah. Bismillah ... bukannya kau sudah mengetahuinya?

“ ..Dan hamba-Ku akan terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan nafilah, sampai Aku mencintainya. Maka apabila Aku telah mencintainya, Aku akan menjadi pendengaran dimana ia mendengar dengannya. Aku akan menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya. Aku akan menjadi tangan dimana ia bertindak dengannya. Dan aku akan menjadi kaki yang mana ia berjalan dengannya...” (H.R. Al Bukhari dari Abu Haurairah)

Duhai engkau yang sedang memperkuat do’a untuk esok hari dan seterusnya, Allahmu menyayangimu selalu. Duhai diri, maafkanlah atas waktu yang berlalu, yang terbuang sia-sia, maafkan dosa bak debu yang sudah berlapis-lapis. Menyesal kemudian tiada guna, entahlah.. mulailah lagi, lahirlah lagi, kembalilah lagi.

Termasuk detik ini ketika seharusnya engkau belajar, maafkanlah jari-jari ini menyita waktumu sebentar, karena tak tahu apa yang harus dilakukan. Allahu , allahu, allahu...

Bila ini yang membuatmu ridha, apapun akan hamba jalani

Namun, aku tak pernah putus sedikitpun dari rahmat-Mu yaa Rabbi..

Ketika nasib berada di ujung tanduk, hanya bertawakal kepada Sang Maha Penentu.

Ya Allah, bimbinglah ..

Bimbinglah kami, maafkan kami atas dosa-dosa kami..

Sempat terpecut lagi oleh ucapan Ust. Adi H ttg AlBaqarah 286. Bukan hanya ttg ujian itu menimpa karena Allah tau itu tidak melewati beban kesanggupan kita, tetapi, ujian itu Allah kasih ke kita karena emang CUMA kita yang Allah percaya sanggup. Orang lain ga sanggup, makanya Allah pilih kita.

Dengan menjadi dokterlah, saya mendapatkan jalan menuju akhirat yang lebih baik.

Perasaan-pikiran seperti itu tidak sepenuhnya buruk, ketakutan kekhawatiran membuat manusia berdoa lebih banyak, berusaha lebih serius. Kita tahu itu berat, maka kita bantu dengan doa dan usaha sedapatnya. Atau tentang diri kita, yang menjadi seseorang berharap yang terbaik, berusaha yang terbaik, berdoa yang terbaik, bertawakal yang terbaik.

..dibalik segunung rintangan-masalah yang menanti, justru di situlah amalan-amalan terbaik berdiri.

-Kang Ilham

Duhai engkau yang memperkuat do’a untuk esok hari dan seterusnya, menangislah bila perlu, bersujudlah, saat ini detik ini Allahmu sedang menunggu, Ia akan mengelusmu dan ia memberikan ketenangan pada hatimu. Menangislah sepuas yang kau mau. Setelah itu kembalilah lagi. Mulai lagi, teruskanlah apa yang harus dilakukan. Berlarut dalam kesedihan hanya membuat setan semakin betah berada dipangkuan, semakin betah untuk membisikan penyesalan-penyesalan lewat syair-syairmu yang teramat panjang, rasanya tak kan pernah selesai kau ceritrakan.

Untukmu yang membaca tulisan kali ini, teriring do’a untukmu semoga Allah ridha padamu, pada setiap langkahmu, pada tahap-tahap yang harus kau jalani dan kau harus melewatinya. Do’akan diri ini juga yang sedang memperkuat do’a untuk esok hari dan seterusnya, semoga do’a-do’a yang melangit, memberikan kekuatan sampai mengakar ke bumi, semoga apa yang disemogakan adalah sebaik-baik pemberian dan kasih sayang Allah tetap berpihak pada diri dan adalah pasti akan terus berpihak. Oh Allah, setiap keputusan adalah keputusanmu dan takdirmu adalah sebaik-baik takdir.

Tapi hamba tetap percaya bahwa, “Walaupun takdir telah tertulis, tintanya pun telah mengering, do’a bisa merubah segalanya. Do’a yang menjadi selemah-lemahnya usaha namun sekuat-kuat senjata”

Lahaula walaakuwwata illa billah ...

 

Aku tak akan pernah sedikitpun putus dari rahmat-Mu. Berapapun sisa waktuku, bagaimana pun keadaanku.

Dari hambamu yang sedang memperkuat do’a untuk esok hari dan untuk seterusnya.

Kamis, 12 Juli 2018

 

Karya : rikeu novia