Sungguh, Kita tidak tahu saja

rikeu novia
Karya rikeu novia Kategori Inspiratif
dipublikasikan 08 Mei 2018
Sungguh, Kita tidak tahu saja

Langit masih dengan birunya, tanah pun masih basah dengan percikan hujannya.

Jangan khawatir, semua akan berjalan sebagaimana mestinya.

Kalau kita melihat mereka yang kelihatannya tertawa lebar dengan dunianya, justru pada malam hari tangisannya tumpah,  kita saja yang tidak tahu bagaimana ia mengumpulkan kekuatannya, memulai lagi, meneruskannya lagi.

Kalau kita iri terhadap mereka yang terlihat baik-baik saja, kita saja yang tidak tahu bagaimana ia menyembunyikan sejuta luka, rasa tercabik dalam dada, merasa tiada guna, atau memendam rasa sesal di dada bahkan memendam kata “mengapa” pada Tuhan yang tak selayaknya diucapkan. Mengapa begini, mengapa begitu? Mengapa harus saya? Mengapa harus saat ini? Dan mengapa-mengapa lain yang betapa hebatnya mereka, hanya kuasa tuk mengucap “Ya, Rabbi”. Cukup , sampai disana.

Ketika kita melihat seseorang kuat, pandai mengerjakan ini dan itu, terlihat tegar dalam menghadapi apapun, tahan banting, pandai menyelesaikan sesuatu dan lain sebagainya yang ia terlihat tidak sama sekali tergantung pada orang, mungkin kita saja yang tak pandai membaca sisi lain dari gerak geriknya. Ya, lagi lagi mungkin kita saja yang tidak tahu bahwa ia butuh untuk ditemani di setiap keadaan, yang ia butuh untuk diperdulikan, yang ia butuh untuk didengarkan, atau sekedar disampaikan kata “tenang, semuanya akan baik-baik saja” walau terkadang keadaan tak terlihat demikian. Namun, setidaknya ia tidak merasa sendirian.

Petani dengan kegagalan panennya, supir dengan mobil yang mogoknya, nelayan yang tak kunjung menemukan ikannya. Semua tetap pada porsinya. Kegagalan panen tak diberikan pada seorang supir, mobil mogok bukan pekerjaan nelayan untuk menghidupkannya pun mencari ikan bukan keahlian petani. Semua akan tetap pada frekuensi yang sama, masalah yang datang akan satu paket dengan penyelesaiannya. Kekurangan dan kelebihan tetap dalam kadarnya. Jangan merasa terpuruk karena beban mereka tak seberat kita. Jangan pula bertanya kapan kita seperti mereka. Sungguh kawan, ada sisi tak terlihat yang tidak kita duga. Sungguh, kita tidak tahu saja bagaimana mereka bertahan.  Bisa jadi yang terlihat tak selaras dengan apa yang ada dibaliknya.

Adalah yang disemogakan, rasa syukur dan sabar yang membersamai pada tiap-tiap keadaan.

Bandung, 08 Mei 2018

 

 

 

  • view 25