#PENJARAKANEGO

rika Siti Syaadah
Karya rika Siti Syaadah Kategori Renungan
dipublikasikan 02 Desember 2016
#PENJARAKANEGO

 

Membicarakan oranglain adalah hidangan paling lezat dari chef kelas dunia yang teramat sayang jika tak dihabiskan

Menuduh oranglain salah,buruk, menjijikan dan serapah kotor lainnya adalah serupa jus segar yang menghapus dahaga ketika panas menyengat

Berprasangka oranglain lebih bodoh dari kita adalah wewangian yang baunya paling mahsyur dan senantiasa melekat pada raga

Sejak kemarin lusa kepalaku dihujani pertanyaan yang itu-itu saja: apakah hari ini urusan pribadi dari masing-masing kita begitu mudah? Sehingga masing-masing kita memiliki waktu luang lebih banyak dan menjadikan masalah oranglain menjadi urusan kita?

Atau aku yang tertinggal zaman? Apakah di zaman yang modern ini masalah setiap pribadi sangat layak dikonsumsi sesiapa saja tanpa tapi, tanpa hati (nurani)? Dan setiap kepala boleh menjadi komentator pedas?

Seperti itukah kita saat ini? Hingga lupa memenjarakan ego nafsi-nafsi

Mulutnya sibuk berdalih bahwa ibadah adalah privasi tanpa perlu publikasi, sementara disisi lain dirinya tak sanggup menandingi ibadah yang lainnya karena jemarinya lebih sibuk mencaci. Hingga lupa arti menjaga lisan. Penjarakan ego!

Seringkali menghandrik sekelompok orang adalah kaum fanatik, sementara seperempat dari isi kepalanya pun tak memiliki pengetahuan baik tentang ilmu, bahkan jauh dari mumpuni. Hingga lupa benang merah dari menuntut ilmu dan memahaminya. Penjarakan ego!

Tiga perempat isi kepalanya menganut kepercayaan bahwa oranglain tidak jauh lebih baik darinya, sementara hampir seluruh jiwanya lebih asyik mereteli keburukan orang lain dibanding larut dalam mengevalusi diri, memperbaiki diri. Hingga lupa hakikat meng-upgarde diri dalam kebaikan. Penjarakan ego!

Sesibuk itukah kita dihari ini?

Sehingga lupa bertanya pada diri sendiri tentang kuantitas dan kualitas

Sesibuk itukah kita hari ini?

Sehingga amnesia dalam memanage emosi

Sesibuk itukah kita hari ini?

Seolah lebih berwibawa ketika larut dalam rutinitas kebanyakan orang masa kini, berbaur bersama dengan orang yang katanya ‘berlabel pendidikan tinggi’ namun nyatanya mereka tak lebih dari binatang:hanya sibuk memperkaya diri

Banyak hal buruk disekitar yang kita anggap baik ternyata meracuni diri hingga kita luput dari menjaga waras. Jangan abai dalam mawas diri dan senantiasa # Penjarakan ego!

Bandung, 1 Desember 2016

  • view 184