Bolehkah Saya Bertanya?

rika Siti Syaadah
Karya rika Siti Syaadah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 November 2016
Bolehkah Saya Bertanya?

Bolehkah saya bertanya, Tuan?

Kita adalah penduduk bumi yang menghuni salah satu negri terkaya dibumi , yang kekayaan alamnya tak akan pernah habis ditelan massa, dimana SDA senantiasa subur dan tak mengijinkan penduduknya miskin walau sedetik, benarkah?

Kita adalah penduduk bumi yang menghuni salah satu negri ter-asri dibumi, yang setiap sudutnya adalah keindahan yang dapat menyejukan mata, yang luas daerahnya adalah keragaman yang memberikan kenyamanan tersendiri, negri yang damai selalu menjadi rumah yang dapat menyejukan jiwa setiap penduduknya, benarkah?

Kita adalah 200juta lebih diantara 7 milyaran manusia bumi yang katanya beruntung hidup dinegri yang kondusif, negri yang memiliki beragam perbedaan namun tingkat toleransinya melangit benarkah?

Konon katanya kita adalah turunan dari pemuda-pemuda zaman dahulu yang ditakuti hampir seluruh penguasa jagat raya, karena ditangan pemuda leluhur kitalah para kolonial tunduk tanpa syarat, tapi itu dulu sekarang sebagian besar pemuda sudah menjelma menjadi penikmat zona nyaman yang paling akut memilih menjadi robot dan lupa memikirkan hal-hal krusial yang mengancam habitatnya, benarkah?

Sistem pendidikan yang dicetuskan ayahanda Ki Hajar Dewantara pada puluhan tahun silam sebelum negri ini merdeka adalah kiblat bagi dunia pendidikan negara-negara maju, jika demikian seharusnya kitalah yang ada diurutan pertama peringkat PISA, benarkah?

Sejarah mencatat bahwa kemerdekaan negri ini direbut dengan tidak mudah, ribuan nyawa terkapar, milyaran darah tumpah, jiwa-jiwa tua dan muda berserakan, kucuran tenaga, pemikiran dan harta mengalir semata itu semua digadaikan demi persatuan yang dilandasi iman (bukan) atas kepentingan politik apalagi partai, benarkah?

Identitas sistem pemerintahannya adalah demokrasi, yang menuntut setiap persoalan diselesaikan dengan musyawarah (bukan) inisiatif beberapa orang suara setiap rakyat pantas didengar, di negri dengan identitas demokrasi setiap elemen masyarakat negri memiliki peranan penting dan bahwasanya hukum berlaku merata bagi setiap elemen tersebut, bukan tajam kebawah dan tumpul keatas, benarkah?

Semoga ini sekedar mimpi buruk bukan serial drama tak berkesudahan seperti ‘tukang bubur naik haji’ yang sedang kita tumpangi, semoga orang-orang baik dan negri ini terhindar dari segala marabahaya dan petaka. Selamat mempertebal pondasi iman, selamat mengaktualisasikan segala bentuk pemahaman yang dimiliki agar mampu menyelami setiap inci permasalahan dengan penuh pertimbangan, selamat menunaikan arti sesungguhnya penghambaan dan mengabdi pada negri.

  • view 211