Puan Maharani dan Solusi Perdamaian Dunia

Riefqul Hakiem
Karya Riefqul Hakiem Kategori Politik
dipublikasikan 14 Desember 2017
Puan Maharani dan Solusi Perdamaian Dunia

"Dalam hidup yang problematik, kini kita tidak bisa menang sendiri, merasa benar sendiri. Situasi jangan dibawa ke jalan buntu," – Puan Maharani

Pernyataan itu disampaikan Puan Maharani dalam konteks perdamain dunia, beberapa waktu lalu. Namun, apa yang disampaikan oleh Puan Maharani itu sebenarnya adalah statement umum yang bebas konteks, bebas ruang dan waktu.

Artinya, dalam kehidupan sosial yang setiap saat selalu bersinggungan, Puan Maharani menginginkan agar tidak ada salah satu pihak yang ingin menang dan benar sendiri, sementara yang lainnya salah. Puan Maharani tak menginginkan adalah kebenaran tunggal yang dipaksakan untuk diakui, tanpa memerhatikan kepentingan pihak lain serta musyawarah berkeadilan.

"Pintu musyawarah untuk mufakat perlu terus dibuka," kata Puan Maharani. Sebab, tak ada jalan perdamaian, menurut Puan Maharani, yang benar-benar buntu jika tidak saling klaim benar sendiri dan ingin menang sendiri.

Dalam konteks ini, kematangan dan kedewasaan berpolitik Puan Maharani kembali dibuktikan, sebagaimana sosoknya yang memang selalu digambarkan sebagai sosok yang tenang, tidak reaktif, ramah, dan mengutamakan perdamaian berdasarkan keadilan untuk semua. Puan Maharani memiliki rekam jejak dalam hal itu, sebut saja seperti cara pandang Puan Maharani yang menyejukkan tentang Arief Poyouno, Viktor Laiskodat, atau polemik tentang Full Days School (FDS) yang ramai beberapa waktu lalu.

Dalam konteks dunia internasional, Puan Maharani menyatakan keprihatinannya terhadap konflik yang masih merajalela di berbagai belahan dunia. Di beberapa negara Afrika, kelompok-kelompok bersenjata terus baku serang. Begitu juga Korea Utara, yang dinilai Puan Maharani masih melakukan provokasi dengan rudal nuklirnya, serta kekerasan masif terhadap kelompok Rohingya di Myanmar saat ini.

Termasuk di Palestina, kata Puan Maharani, dimana kekerasan terus mengintai di balik sengketa kepentingan antara Palestina dan Israel. Hal itu diperparah dengan statement ceroboh Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, bukan Ibu Kota Palestina. Dunia mengutuk, termasuk Puan Maharani ikut mengecam. Di tengah kekhawatiran akan perdamaian, Trump justru menyulut api permasalahan baru. Menantang dunia. Ingin menang sendiri, dan benar sendiri.

Menurut Puan Maharani, Indonesia akan terus mendorong terwujudnya perdamaian di seluruh penjuru dunia. Puan Maharani memastikan, bahwa seluruh masyarakat Indonesia akan mengawal perdamaian dengan terus konsisten menjaga nilai-nilai persatuan, gotong royong, saling menghormati, dan toleran. Itulah pesan penting yang ingin disampaikan oleh Puan Maharani, dalam banyak kesempatan.

Bagi Puan Maharani, tak ada cara lain kecuali segera menghentikan berbagai konflik yang terjadi. Menurutnya, rakyat kecillah yang akan menjadi korban. Puan Maharani juga menginginkan, tak ada lagi suatu bangsa yang merasa paling berkuasa, ingin menang dan benar sendiri. Penjajahan atas suatu bangsa sudah tidak ada. Siapapun yang melakukannya, dunia adalah musuhnya, tegas Puan Maharani.

  • view 150