Puan Maharani dan Hobi Silaturrahmi

Riefqul Hakiem
Karya Riefqul Hakiem Kategori Tokoh
dipublikasikan 22 Juni 2017
Puan Maharani dan Hobi Silaturrahmi

Puan Maharani dan Hobi Silaturrahmi

Sebagaimana sudah menjadi kebiasaannya ketika bulan Ramadhan, Puan Maharani tak lupa untuk mengagendakan acara Buka Puasa Bersama di rumahnya dengan mengundang tokoh-tokoh nasional, para senior, rekan politisi, serta kerabat dan kawan-kawannya. Acara yang tidak hanya dijadikan ajang untuk silaturrahmi, tapi bagi Puan Maharani juga dimaknai sebagai moment untuk menghargai mereka, yang tentu saja telah banyak mempengaruhi perjalanan karirnya melalui komunikasi dan diskusi-diskusi yang melesatkan karirnya sebagai politisi muda.

Silaturrahmi, sebagaimana kita tahu, menjadi salah satu “ruh” dari kinerja Puan Maharani sebagai menteri. Tugasnya sebagai menteri koordinator, meniscayakan adanya koordinasi yang intens antar semua elemen, dan ketika berbicara koordinasi maka, hal itu tak akan mungkin terjadi tanpa adanya silaturrahmi. Puan Maharani, sejak lama sibuk “kesana-kemari” untuk memastikan berbagai agenda berjalan dengan semestinya sebagaimana yang sudah direncanakan.

Maka, membaca Puan Maharani sejatinya adalah membaca tentang sosok yang secara tepat bisa memaknai silaturrahmi sebagai sarana untuk merekatkan, menemukan jalan, dan menyelesaikan. Silaturrahmi adalah bagian penting dari siapapun mereka, yang mempunyai tugas untuk mengabdi kepada negara. Fenomena “blusukan” pun sebenarnya adalah makna lain dari silaturrahmi.

Selain itu, dalam konteks ini, kita bisa memaknai Puan Maharani sebagai sosok yang selain bisa menyatukan para tokoh-tokoh yang diundangnya juga sebagai sikap kerendah-hatian sebagai “anak muda” yang selalu membutuhkan bimbingan dari yang lebih tua, meski posisinya saat ini tak bisa dipandang sebelah mata sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Puan Maharani sadar betul, bahwa apa yang diraihnya tidak pernah jatuh gratis dari langit. Ada upaya yang harus dilakukan, dan banyak pihak yang telah memberikan bantuan dan pembelajaran. Itulah yang selanjutnya menjadi nilai dan terus dipertahankan sebagai prinsip hidup Puan Maharani, bahwa menjadi pemimpin, dalam posisinya sebagai apapun, tidak layak untuk melupakan sejarah dan darimana dirinya berasal. Kesadaran ini penting, terutama untuk menjadikan setiap waktu adalah usaha untuk menjadi lebih baik, melalui pembelajaran berkelanjutan dari para senior dan “tetua” yang memberinya bimbingan.

Namun, apapun, bahwa acara silaturrahmi adalah sesuatu yang menjadi kebiasaan Puan Maharani dalam kesehariannya dengan tugas pengabdian kepada negara. Mungkin karena peran dan efek pentingnya itulah, maka silaturrahmi begitu dianjurkan dalam Islam. Dalam konteks yang lebih luas lagi, Puan Maharani menginginkan agar dengan silaturrahmi yang dilakukan secara berkelanjutan, akan dapat mempertahankan keutuhan negara karena jalinan hubungan yang semakin erat antar semua elemen.

Apalagi ketika hal itu dilakukan pada waktu bulan suci Ramadhan plus acara buka puasa bersama, tentu selain manfaat yang sudah dijelaskan, akan ada pahala yang sudah dijanjikan bagi mereka yang suka bersilaturrahmi.

  • view 67