Kepedulian Puan Maharani Untuk Prestasi Olahraga Indonesia

Riefqul Hakiem
Karya Riefqul Hakiem Kategori Inspiratif
dipublikasikan 09 Juni 2017
Kepedulian Puan Maharani Untuk Prestasi Olahraga Indonesia

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau belajar. Belajar untuk terus memperbaiki diri, melalui pembelajaran sejarah masa lalu. Termasuk juga tidak malu untuk belajar pada negara lain yang telah berhasil mencapai prestasi tertentu. Sebuah bangsa, tak bisa “pongah” dan mempertahankan arogansinya untuk tidak melirik terhadap bangsa lain, padahal belajar sukses terhadap bangsa lain, sama sekali tidak menurunkan harga diri dan martabat bangsa. Sama sekali tidak!

Itulah kesadaran fundamental Puan Maharani ketika melakukan kunjungan ke Korea Selatan. Puan Maharani, secara cerdas, melakukan kunjungan-kunjungan substantif dan berharga sebagai proses pembelajaran. Kalau baik diambil dan dicontoh, sementara yang jelek dibuang. Sesederhana itu. Belajar dari pengalaman bangsa lain, adalah salah satu ciri bangsa yang mempunyai ikhtiar untuk maju.

Puan Maharani, mengunjungi beberapa tempat yang representatif sesuai dengan apa yang dibutuhkan di Indonesia. Ketika berbicara Asian Games, Puan Maharani mengunjungi Ssangyong Information and Communication Cooporation (SICC) dan melakukan kerjasama IT untuk kepentingan event akbar tersebut. Puan Maharani juga mengunjungi Incheon, untuk melihat langsung velodrome berkelas untuk track sepeda. Untuk kepentingan pendidikan vokasional, Puan Maharani mengunjungi SITE; melihat dan belajar langsung bagaimana pendidikan vokasional dilaksanakan dengan sangat baik.

Selain itu, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap atlit dan prestasi olahraga Indonesia, Puan Maharani berharap bisa bekerjasama dalam bidang sport science, Korea Institute of Sports Science (KISS). Dalam kunjungannya tersebut, Puan Maharani melihat langsung bagaimana pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung prestasi olahraga di Korea Selatan. Bidang yang diteliti di lembaga tersebut meliputi fisiologi, biomekanik, psikologi olahraga, dan sosiologi olahraga.

Dalam konteks Indonesia, hal semacam ini sudah dijalankan, terutama melalui perguruan tinggi yang menyelenggarakan bidang keolahragaan, namun dengan kerjasama ini, diharapkan akan memberikan sumbangsih lebih optimal dan nyata terhadap keberhasilan atlit Indonesia, karena sport science memiliki peran penting dalam pembibitan, latihan fisik, metode latihan, catatan statistik atlit, penanganan cedera, bahkan strategi pertandingan.

Sebagai bentuk kepedulian Puan Maharani terhadap prestasi olahraga nasional, menurutnya, “akan diupayakan integrasi fungsi institusi (pendidikan tinggi) kepada fungsi pembinaan prestasi di pusat-pusat pembinaan olahraga. Kalau hal ini berjalan, dan kemungkinan kerjasama dengan KISS juga dapat terealisasikan, maka semangat dan optimisme dalam dunia olahraga kita akan meningkat.”

Artinya, Puan Maharani mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap atlit olahraga, termasuk terhadap upaya peningkatan prestasinya.

  • view 49