Puan Maharani dan Ikhtiar Pendidikan Vokasional

Riefqul Hakiem
Karya Riefqul Hakiem Kategori Politik
dipublikasikan 07 Juni 2017
Puan Maharani dan Ikhtiar Pendidikan Vokasional

Sebagai wujud tanggung jawab koordinatifnya dalam konteks pendidikan, Puan Maharani baru saja meresmikan program revitalisasi SMK untuk semakin meningkatkan daya saing manusia Indonesia dalam konteks global, ketika 63% pekerja Indonesia adalah lulusan SMP. Tentu ini sangat mengkhawatirkan, tapi memang begitulah fakta yang ada.

Melalui revitalisasi SMK, Puan Maharani berharap akan ada banyak tenaga kerja yang kompeten dan mempunyai kemampuan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, kita bisa melihat ikhtiar Puan Maharani untuk meningkatkan pendidikan vokasional begitu menggebu-gebu, dan hal itu juga tampak ketika ia berkunjung ke Korea Selatan.

Seperti diketahui, untuk mendukung program revitalisasi SMK yang dilakukan, Puan Maharani mengunjungi Seoul Institute of Technology and Education (SITE), sebagai salah satu sekolah vokasional terbaik di Korea Selatan dan 100% persen lulusannya terserap dalam dunia kerja; tak ada yang nganggur!

Puan Maharani beserta rombongan melihat fasilitas dan proses pendidikan di SITE yang meliputi pendidikan dan pelatihan kuliner, permesinan, pertukangan, dan pemrograman aplikasi 3D. Salah satu keunggulan SITE adalah kepastian serapan lulusannya melalui proses MoU dengan federasi UKM di Korea Selatan. Artinya, dalam hal memperluas dan membangun infrastruktur ketenagakerjaan, SITE juga ikut terlibat dengan memberikan lulusan-lulusannya.

Ibarat kata, “lulus, tinggal kerja. Selesai, tinggal lempar saja”.

Tidak hanya itu, secara umum, kunci kesuksesan pendidikan vokasi di Korea Selatan adalah adanya sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha. Sinergitas ini melahirkan simbiosis mutualisme, dimana masing-masing pihak (terutama siswa/lulusan) bisa mendapatkan manfaat dengan mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensi yang dimilikinya.

Contoh pendidikan dan pelatihan ini, tentu saja sangat menarik terutama bagi Indonesia yang saat ini fokus mengembangkan pendidikan vokasional, terutama ketika pemerintah sedang menggalakkan revitalisasi SMK. Apa yang didapatkan Puan Maharani di Korea Selatan bisa menjadi model yang tepat untuk meningkatkan pendidikan sekaligus menekan laju angka pengangguran dan keterbelakangan manusia Indonesia.

Ikhtia Puan Maharani untuk dunia pendidikan vokasional adalah representasi dari semangatnya untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa sehingga bisa bersaing secara global dan kemampuan dan kompetensi yang dimilikinya. Selain itu, apa yang dilakukan Puan Maharani adalah ikhtiar cerdasnya untuk ikut memajukan dunia pendidikan Indonesia, sebagai sumbangsih dan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara tercinta.

  • view 46