Karakter Kita Harus Pancasila!

Riefqul Hakiem
Karya Riefqul Hakiem Kategori Politik
dipublikasikan 03 Juni 2017
Karakter Kita Harus Pancasila!

Puan Maharani: Karakter Kita Harus Pancasila!

Pancasila, sebagai ideologi dan dasar negara, tidak bisa dimaknai sebagai sekumpulan konsep semata, sebab Pancasila tidak lahir di ruang hampa, melainkan melalui sebuah proses dialektika yang panjang sehingga apa yang dihasilkan, akan selalu kontekstual bagi masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dengan sejuta perbedaan yang menghiasinya.

Maka, semangat Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni harusnya dijadikan momentum untuk membangun kembali karakter Pancasila yang akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan. Nilai-nilai Pancasila tak lagi menjadi acuan dalam membangun realitas sosial, sehingga kerap kita temui pertentangan dan perselisihan yang sejatinya sudah ada sejak lama sebagai kekayaan bangsa Indonesia.

Isu yang menggiring pada fenomena suku, agama, ras, dan antar golongan kembali mencuat dan menguat menjadi momok menakutkan, ditambah lagi dengan radikalisme dan paham-paham intoleran lainnya yang semakin berkembang.

Maka, Puan Maharani dalam sebuah gagasannya tentang Indonesia Hebat menekankan pentingnya membangun karakter dan kepribadian yang berkebudayaan melalui penguatan karakter bangsa dengan nilai-nilai Pancasila. Perilaku yang menjadi ciri khas bangsa ini seperti toleransi, gotong royong, saling membantu dan menghargai, tepo seliro, menghormati, bersemangat dan nilai-nilai lainnya harus tetap dijaga menjadi sekumpulan perilaku yang terhimpun menjadi sebuah karakter bangsa.

Kenapa harus karakter Pancasila? Karena, menurut Puan Maharani, Pancasila sudah menjadi ideologi final yang tidak bertentangan dengan agama apapun. Sehingga dengan itu semua, penghargaan atas perbedaan tidak lagi menguat karena tiap kelompok merasa (menjadi) satu dalam bingkai Pancasila, yang bhinneka tunggal ika. Pancasila adalah jawaban (sekaligus perekat) dari segala bentuk perbedaan bangsa ini.

Perbedaan seperti pisau bermata dua, bisa menjadi sumber kekayaan atau sebaliknya justru menjadi sumber perpecahan, dan Pancasila lahir untuk menjadikan perbedaan sebagai kekayaan.

Puan Maharani menyerukan kembali pentingnya karakter Pancasila menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sehingga segala bentuk keresahan yang tercipta karena perbedaan (yang sejatinya masih bisa dikomunikasikan dan didialogkan) tidak semakin tumbuh dan berkembang, sebagaimana tampak dalam beberapa bulan terkahir ini, yang seakan membelah bangsa ini menjadi kelompok-kelompok yang saling menegasikan.

Hari Lahir Pancasila harusnya dijadikan momentum untuk “melahirkan” kembali Pancasila di setiap relung masing-masing kita menjadi sebentuk karakter yang mampu mengatasi setiap realitas dan konflik sosial yang sebenarnya tidak perlu. Itulah yang diinginkan Puan Maharani.

  • view 65