Revitalisasi SMK, Jalan “Mengangkat” Kehidupan Bangsa

Riefqul Hakiem
Karya Riefqul Hakiem Kategori Inspiratif
dipublikasikan 29 Mei 2017
Revitalisasi SMK, Jalan “Mengangkat” Kehidupan Bangsa

Dalam sebuah kunjungan kerja di Surakarta, Jawa Tengah, Puan Maharani menekankan salah satu hal penting tentang kualitas tenaga kerja Indonesia. Selain membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk 1.857 siswa, Puan Maharani juga membicarakan tentang usaha pemerintah untuk semakin meningkatkan daya saing manusia Indonesia. Peningkatan ini penting diupayakan, terutama dalam konteks persaingan global yang semakin sengit. Pekerja yang tidak memiliki kemampuan, akan dikalahkan dan tergerus oleh yang lainnya.

Hal ini diperparah dengan kenyataan, bahwa 63 persen tenaga kerja Indonesia berpendidikan SMP ke bawah, dan tentu ini berdampak pada daya saing industri dan perekonomian nasional. Maka, meningkatkan kualitas tenaga kerja kita, menjadi sebuah keniscayaan yang sesegera mungkin harus diupayakan dengan berbagai cara.

Dalam konteks ini, Puan Maharani memberikan apresiasi atas koordinasi Kementerian yang telah menghasilkan kebijakan penting, yaitu revitalisasi SMK. Seperti kita ketahui, bahwa SMK adalah tingkatan sekolah menengah yang memberikan peluang kepada peserta didik lulusannya untuk langsung mengenyam dan merasakan dunia pekerjaan dengan modal keterampilan dan vokasional yang dimiliki.

Puan Maharani juga menjelaskan, bahwa untuk mengatasi masalah itu, pemerintah akan fokus dan berupaya meningkatkan pendidikan vokasional (kejuruan) untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil serta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan kerja.

Revitalisasi SMK, sebagaimana diketahui, akan direalisasikan di 219 SMK dengan rincian 125 SMK yang bergerak dalam bidang prioritas, yakni kemaritiman, pertanian, pariwisata, dan industri kreatif. Sementara sisanya, sebanyak 95 SMK, berasal dari bidang lainnya yang mendukung prioritas pembangunan nasional.

Selain itu, bagi Puan Maharani, revitalisasi SMK menjadi bagin penting dari usaha untuk mengangkat kehidupan bangsa karena dengan sumber daya manusia yang mempunyai keterampilan dan kemampuan, akan mampu meningkatkan daya saing serta “daya pakai” dalam konteks perusahaan dan industri dalam negeri. Artinya, kemampuan dan keterampilan menjadi kunci, dipakai atau tidak dibutuhkannya seseorang. Dengan melakukan revitalisasi SMK, maka SMK sebagai sekolah kejuruan akan menemukan urgensinya dalam memberikan sumbangsih dan mengangkat kehidupan bangsa.

Itulah yang menjadi dasar dari revitalisasi SMK, sekaligus menjadi ide penting Puan Maharani dalam menyelesaikan kesenjangan sosial. Dengan memberikan pendidikan vokasi serta melakukan kerjasama dengan berbagai instansi penyedia pekerjaan, diharapkan dapat semakin menekan angka pengangguran nasional.

  • view 39