Puan Maharani dan Ikhtiar Pengabdian Untuk Negeri

Riefqul Hakiem
Karya Riefqul Hakiem Kategori Inspiratif
dipublikasikan 09 Mei 2017
Puan Maharani dan Ikhtiar Pengabdian Untuk Negeri

Meski tak banyak yang menanggapi, dan justru mendapatkan banyak nada-nada yang kurang apresiatif, Puan Maharani tetap bekerja untuk negeri. Melakukan ikhtiar untuk membangun dan memajukan pertiwi. Melakukan pengabdian dengan kerja-kerja dan kebijakan untuk memastikan setiap program yang telah diagendakan berjalan sesuai dengan yang dikehendaki. Itulah ciri khas Puan Maharani sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), yang membawahi beberapa Kementerian-Kementerian strategis dalam membangun dan memajukan bangsa ini.

Dengan gayanya yang khas, lemah lembut serta senyumnya yang pas dengan tanpa menafikan ketegasannya yang kuat, Puan Maharani telah memberikan waktunya untuk melakukan kerja dan menghasilkan kebijakan yang sifatnya progresif sebagai sumbangsih kepada bangsa dan negara, yang dicintai dengan sepenuhnya. Ia tak pernah lelah untuk memastikan kerja dan agenda bangsa untuk memperdekat rakyat Indonesia dengan kesejahteraan yang diinginkannya. Baginya, rakyat adalah objek pengabdian terbesar dalam konteks tugasnya sebagai menteri.

Puan Maharani sadar betul, bahwa amanahnya sebagai Menteri bukanlah semata kepercayaan yang memberi tugas saja, tapi sebuah isyarat kosmos baginya agar menjadikan seluruh hidupnya adalah kecintaan kepada negeri melalui pengabdian. Mencintai negeri adalah kewajiban, bahkan sebagian dari iman. Maka, dalam banyak kesempatan dan waktu, Puan Maharani terlihat begitu fokus melakukan tugas, kewajiban, dan pengabdiannya pada negeri.

Untuk negeri Puan Maharani siap melakukan rapat sesering kali agar kebijakan bisa segera terealisasi. Ia siap tidak duduk manis di atas kursi untuk mengunjungi para korban bencana dan nasib para pengungsi. Ia siap berpeluh keringat basah untuk menunjukkan bahwa negara hadir di tengah-tengah mereka yang tidak sendiri. Ia juga siap untuk menerima konsekuensi sebagai pengabdi, yang tidak menerima apresiasi tapi malah dicaci. Ia siap untuk segala apapun, demi bangsa dan negara yang kita cintai.

Puan Maharani, sosok yang tak mudah mengeluh dan pasrah melihat situasi. Ia pandai mencari inovasi dalam program kerja sehingga tidak tampak “basi”. Ia sanggup untuk belajar, menampun segenap ilmu tanpa rasa gengsi. Karena dari siapapun ia akan belajar, bahkan dari orang-orang yang suka mencaci. Ia memiliki integritas dan etos kerja yang tinggi untuk menyelesaikan permasalahan yang membelit negeri, memberikan solusi. Ia telah menorehkan banyak kerja dan prestasi, terutama dalam konteks posisinya sebagai menteri. Bukan hanya muda sebagai menteri, tapi juga bisa bekerja dan berprestasi.

Ikhtiar pengabdian Puan Maharani untuk negeri, tampak jelas dalam kerjanya sehari-hari. Nyata dalam kehidupannya sebagai sosok menteri. Sebagai politisi yang berpengalaman sekaligus yang paling tampak sebagai penerus trah Soekarno, Puan Maharani mewarisi gaya hidup mengabdi pada negeri, agar kesejahteraan tidak hanya menjadi mimpi. Tentu tidak dengan sekali jadi, tapi meniscayakan kerjasama dan gotong royong seluruh komponen negeri.

Dilihat 22