Puan Maharani: Kembali Pada Pancasila Untuk Keutuhan Bangsa

Riefqul Hakiem
Karya Riefqul Hakiem Kategori Politik
dipublikasikan 06 Mei 2017
Puan Maharani: Kembali Pada Pancasila Untuk Keutuhan Bangsa

Pancasila adalah ideologi final bagi bangsa Indonesia. Ia adalah perekat yang mampu mempererat bangsa yang plural, heterogen, dan sangat majemuk ini. Pancasila adalah harga mati, sebab lahirnya adalah hasil “ijtihad” para pendiri negeri yang tak bisa dihindari. Maka, siapapun yang berniat, berpikir, apalagi berusaha mengganti pancasila dengan ideologi yang lain, tentu saja telah menjadi pengkhianat yang perlu “diluruskan” kembali, bahwa usaha itu tidak akan pernah bisa! Tak akan pernah bisa dan sia-sia!

Itulah kekhawatiran sekaligus optimisme Puan Maharani terkait marak dan berkembangnya paham radikalisme dan ekstrimisme di negeri tercinta ini. Paham yang sama sekali tak ikut andil dalam upaya memerdekan bangsa ini, bahkan justeru dalam sejarahnya menjadi pengganggu dan perusak kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan memaksakan kehendak dan anti terhadap toleransi.

Maka, dalam posisinya sebagai menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani merasa penting untuk kembali menekankan pentingnya kembali pada nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu sekaligus ideologi bangsa dengan segala unsur dan heterogenitasnya. Upaya itu terasa urgen dilakukan, terutama karena penyebaran paham-paham radikal dan intoleran saat ini sudah sampai pada berbagai lini dan bidang, termasuk lembaga pendidikan yang semestinya suci dari segala paham yang membahayakan.

Dalam banyak kesempatan, Puan Maharani tak henti mengenalkan revolusi mental, sebagai upaya bukan hanya merevolusi kebiasaan-kebiasaan yang buruk saja, tapi sekaligus upaya merevolusi pemikiran dan segala isme yang ada agar tidak menyalahi Pancasila, karena nilai-nilainya tidak bertentangan sama sekali dengan agama. Banyak kajian yang telah selesai menjlentrehkan diskusi ini, termasuk komitmen NU dan Muhammadiyah untuk mendukung Pancasila dan NKRI.

Banyak kerjasama yang telah dilakukan oleh Puan Maharani, termasuk nota kesepahaman (MoU) dengan PBNU, untuk memastikan terselenggaranya revolusi mental sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan NKRI dari segala bentuk paham-paham radikal dan intoleran, yang dimulai dari pesantren-pesantren. Termasuk juga instruksi Puan Maharani untuk melakukan pendampingan dan sosialisasi di sekolah-sekolah agar menjadi tempat menyemai rasa persaudaraan, persatuan, kesatuan, dan keterbukaan untuk menerima perbedaan.

Kembali pada Pancasila untuk menjaga keutuhan bangsa menjadi keniscayaan, bahkan kewajiban, siapapun yang tinggal di negara tercinta ini. Paham-paham radikal dan intoleran, termasuk upaya untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain lalu memberikan imaji yang manis tentang sistem yang lain, adalah kesia-siaan.

Indonesia pasti mampu menyemai persatuan dan persaudaraan dalam bingkai kebhinekaan melalui penerapan nilai-nilai Pancasila. Setiap kita harus menjadi Pancasilais. Itulah komitmen dan usaha Puan Maharani untuk membangun manusia dan menjaga kebudayaan Indonesia, melalui pengejawantahan kebijakan yang penuh dengan nilai-nilai kebangsaan yang purna.

  • view 26