Kerja Nyata Puan Maharani: Utamakan Pelayanan (Calon) Jama’ah Haji!

Riefqul Hakiem
Karya Riefqul Hakiem Kategori Agama
dipublikasikan 27 April 2017
Kerja Nyata Puan Maharani: Utamakan Pelayanan (Calon) Jama’ah Haji!

Seiring dengan konsep Indonesia Melayani dalam konteks Revolusi Mental, Puan Maharani (Menko PMK) menekankan pentingnya memberikan pelayanan purna kepada jama’ah (calon) haji, sejak dari persiapan keberangkatan, ketika pelaksanaan, hingga sekembalinya ke Indonesia. Pelayanan menjadi satu-satunya kunci untuk mengukur kesuksesan pelaksanaa haji. Tanpa persiapan yang baik, mustahil pelaksanaan haji tahun ini akan sukses, terutama ketika mengingat jumlah calon jamaah haji mengalami penambahan dari kuota sebelumnya.

Penambahan ini bukan tanpa konsekuensi. “Pengembalian kuota Jemaah Haji Indonesia menjadikan pekerjaan tidak mudah, ini akan berdampak pada penyediaan akomodasi yang bertambah, konsumsinya juga tambah, termasuk transportasinya, dan kita harus menyiapkannya dalam waktu yang relatif singkat” ujar Puan Maharani. Termasuk juga persoalan jadwal penerbangan yang perlu berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

Maka, pelayanan dari penyelenggara menjadi kunci kesuksesan pelaksanaan haji, dan pemerintah adalah pihak yang paling bertanggung jawab. Tanpa pelayanan yang baik, tentu bukan hanya soal kinerja saja, tapi juga soal bahwa ini adalah upaya memberikan kepuasaan terhadap pelaksanaan ibadah seseorang. Mereka, para tamu Allah, memerlukan pelayanan yang baik sehingga bisa melaksanakan prosesi ibadah haji dengan lancar, memuaskan, dan khusyu’.

Sehingga Puan Maharani ikut turun tangan untuk memastikan segala persiapan dan pelayanan dari pemerintah untuk para calon jamaah haji. Puan Maharani melakukan kunjungan langsung ke Arab Saudi untuk memastikan langsung persiapan pelayanan yang menjadi kewajiban pemerintah. Menurutnya, "Jemaah haji asal Indonesia harus dapat menikmati berbagai layanan mulai dari yang pokok hingga ke masalah terkecil sekalipun," ujar Puan melalui keterangan tertulisnya. Puan Maharani juga menyerukan pentingnya kerjasama dan gotong royong antar semua elemen sehingga setiap pekerjaan bisa terselesaikan dan agenda yang direncanakan bisa terlaksana dengan baik.

Sebagai upaya untuk memberikan pelayanan, pemerintah telah memastikan siapnya pemondokan, baik di Makkah maupun di Madinah. Akomodasi di Makkah berada di enam wilayah yaitu Aziziah, Mahbas Jin, Misfalah, Jarwal, Syisyah dan Raudah yang menggunakan 150 Hotel dan mampu menampung jemaah sekitar 207.880 calon haji. Sebanyak 150 hotel di enam wilayah itu telah dipastikan 100 persen khusus menampung jemaah asal Indonesia. Sedangkan kebutuhan akomodasi jemaah haji di Kota Madinah sebanyak 207.740 pax. Progress negoisasi pemondokan telah mencapai 36% direncanakan dapat menampung sekitar 75.429 calon haji.

Tidak hanya itu, fasilitas tenda juga mendapat perhatian. Setiap tenda hendaknya dilengkapi dengan AC memadai, agar secara tidak langsung mengurangi resiko heatstroke. Setiap tenda harus di perhatikan ketersediaan air minum agar jemaah haji tidak mengalami dehidrasi. Pihaknya juga mengingatkan agar ke depan diusahakan 100 persen pemondokan menggunakan kontrak jangka panjang. Sehingga dapat ditekan biayanya. Selain itu, pentingnya gizi dalam menu makanan serta mempertimbangkan cita rasa Indonesia.

Inilah bentuk kerja Puan Maharani untuk ikut menyukseskan pelaksanaan haji 2017 dengan berbagai persiapan terutama pelayanan oleh pemerintah, baik ketika masih di tanah air, di tanah suci, dan kembali lagi ke tanah air. Puan Maharani mengingatkan, bahwa ini bukan hanya soal program, tapi juga soal melayani mereka yang ingin melaksanakan ibadah haji. Memberikan pelayanan dan fasilitas bagi mereka yang ingin beribadah, terutama ibadah haji dimana tidak semua orang bisa melakukannya, tentu menjadi tugas penting pemerintah yang tak bisa diacuhkan.

Puan Maharani, bersama Kemenang, Kemenkes, dan stakeholder lainnya yang terlibat telah melakukan kerja dan upaya untuk memberikan pelayanan dan fasilitas yang baik bagi para calon jamaah haji sehingga bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar, dan khusyu’.

  • view 23