Perempuan Dalam Pandangan Puan Maharani

Riefqul Hakiem
Karya Riefqul Hakiem Kategori Tokoh
dipublikasikan 03 April 2017
Perempuan Dalam Pandangan Puan Maharani

Puan Maharani, adalah representasi perjuangan kaum perempuan untuk menemukan "tempatnya'', terutama dalam konteks keterlibatannya membangun bangsa. Puan Maharani a peduli terhadap peningkatan peran dan fungsi perempuan yang, dalam konteks tertentu, masih sering terbatasi oleh aturan-aturan subjektif kebudayaan, terutama budaya patriarki. 

Dalam posisinya sebagai menteri, kita bisa melihat kinerja Puan Maharani yang secara aktif mengangkat harkat dan martabat perempuan. Kerja Puan adalah kerja merajut kembali mimpi-mimpi Kartini, yang tersemai melalui perjuangan-perjuangannya untuk menyadarkan tentang peran penting seorang perempuan. Karena perempuan, mempunyai peran signifikan dalam kehidupan bangsa.

Dalam banyak kesempatan, kita bisa melihat semangat Puan Maharani dalam mengajak seluruh perempuan di Indonesia untuk ikut andil memberikan peran dan melek terhadap persoalan yang membelit bangsa. Puan Maharani bekerja berdasarkan komitmennya yang tinggi untuk perempuan. Tentu, tujuan terakhirnya adalah untuk menjadikan perempuan-perempuan Indonesia menjadi perempuan yang hebat dan tangguh, kuat menghadapi persoalan dan penderitaan dalam hidup karena perempuan adalah ibu semua anak manusia.

Tentu Puan Maharani bukanlah Kartini, tapi melihat kinerja dan komitmennya untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan, tak terlalu berlebihan kalau dikatakan, bahwa ia adalah salah satu sosok perempuan sebagai penerus perjuangan Kartini. Artinya, Kartini boleh saja sudah tiada, tapi Puan Maharani menjadi salah satu sosok penggantinya. Bahkan, Puan Maharani, mungkin telah melampaui keinginan yang dicita-citakan oleh Kartini. Puan Maharani bukan hanya sosok yang mampu menerobos sekat-sekat, tapi bahkan mempunyai peran penting di negeri ini, karena tugas dan fungsinya sebagai salah satu pemangku dan pembuat kebijakan nasional, termasuk Revolusi Mental.

Cita rasa perempuan itu, selain bisa diperhatikan dari gagasan-gagasannya tentang pembangunan dan kebangsaan, juga dapat kita lihat dalam penampilannya sehari-hari yang tak bisa dilepaskan dari batik dan kebaya, khas perempuan Indonesia yang tetap dipertahankan. Cita rasa yang khas itu, kemudian menjadi semangat untuk mempertahankan budaya lokal yang mulai tergerus perkembangan zaman. Dalam beberapa kasus, ciri khas Puan Maharani menjadi trend centre yang diikuti oleh banyak perempuan, sehingga menjadi semacam gerakan.

Puan Maharani mempunyai semangat kerja dan komitmen yang kuat untuk membuat perempuan Indonesia bangkit, meski dalam keterbatasan. Sehingga, mestinya tak perlu lagi ada negasi terhadap Puan Maharani sebagai menteri “pemberian”, karena kerjanya nyata, semangatnya jelas, meski semua itu tak perlu digembar-gemborkan melalui serangkaian “iklan” yang berlebihan. Substansi, bukan ornamen tanpa isi. Itulah semangat kerja Puan Maharani.

Artinya, keberadaan Puan Maharani sebagai menteri, menjadi tolok ukur dan semangat untuk memajukan perempuan-perempuan Indonesia di masa yang akan datang.

  • view 51