Nasihat Puan Maharani Dalam Setiap Pembagian “Kartu Sakti”

Riefqul Hakiem
Karya Riefqul Hakiem Kategori Politik
dipublikasikan 23 Maret 2017
Nasihat Puan Maharani Dalam Setiap Pembagian “Kartu Sakti”

Dalam banyak analisa, kita tidak bisa menutup mata terhadap kritik yang mengatakan, bahwa bantuan yang diberikan oleh pemerintah, apapun bentuknya, bukanlah solusi karena pemerintah cenderung akan memanjakan rakyatnya dengan ikan, bukan dengan kail. Tapi satu sisi, kita juga harus menyadari, bahwa negara harus hadir untuk menyatakan “keberadaannya” kepada rakyat. Bukan soal kail atau ikan lagi, tapi negara harus menunjukkan kehadirannya dalam menyikapi setiap persoalan yang dihadapi oleh rakyat.
Puan Maharani, mempunyai cara jitu untuk membuat bantuan yang “ikan” itu sehingga menjadi agak sedikit “kail”. Artinya, dalam setiap kesempatan ketika membagi-bagikan kartu, Puan Maharani selalu menyelipkan nasihat-nasihat agar bantuan itu dimanfaatkan dengan baik dan tepat guna. Tak jarang juga, Puan Maharani membercandai anak-anak, para pelajar, yang ada di hadapannya ketika sedang membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Secara konsisten, Puan Maharani selalu menyampaikan nasihat agar penggunaan kartu itu bisa bermanfaat dengan baik. Tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Artinya, selain memberikan kartu yang “instan”, Puan Maharani juga memberikan asupan-asupan pemikiran yang cerdas sehingga pesan agar apa yang ada dalam kartu itu bisa digunakan dengan sebaik-baiknya bisa diterima dengan baik pula oleh masyarakat.
Penting untuk menjelaskan itu semua dalam konteks memberikan pendidikan kepada masyarakat sehingga bisa mengatur keperluan serta kebutuhan sehari-hari dengan baik. Dengan kartu itu, para penerima manfaat dituntut untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab untuk kebutuhan-kebutuhannya sehari-hari. Kartu-kartu yang telah dibagikan, pemanfaatannya diharapkan betul-betul sesuai dengan kebutuhan. Sehingga ada proses edukasi, yang disampaikan Puan Maharani, meski hanya melalui sebuah kartu.
Barangkali sangat kecil jika diukur dari segi jumlah, tapi jelas itu jauh lebih baik daripada pemerintah hanya sekedar berpangku tangan meratapi nasib rakyatnya. Itu menujukkan kehadiran dan kepedulian pemerintah kepada rakyatnya yang perlu dibantu dalam pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Kartu itu bukan kartu yang bertugas menjadi pemenuh segala keperluan sehari-hari, tapi kartu itu bisa digunakan sesuai dengan konteks kebutuhan. Jika tidak dibutuhkan, tidak perlu dipakai.
Tanggung jawab pemerintah, tentu saja, tidak berhenti sampai disitu, tapi bahwa itu bisa membantu, jelas tak bisa dipungkiri. Sehingga, Puan Maharani, dalam setiap kunjungan dan mendapatkan “tugas” untuk membagikan kartu-kartu itu, selalu memberikan nasihat tentang pentingnya rasa tanggung jawab sebagai penerima manfaat dari kartu-kartu yang dibagikan.
Nasihat-nasihat itulah yang selalu diupayakan Puan Maharani, sehingga menjadi satu pola hidup baru, terutama tentang bagaimana mengatur setiap hal yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari ini dengan baik, sehingga sesuai dengan fungsi dan manfaat yang harusnya didapatkan. Tidak bisa bantuan ini disalahgunakan, terutama untuk suatu keperluan yang tidak tepat sasaran.

  • view 78