KENAL SEDIKIT

Rifqi Azhar Nugraha
Karya Rifqi Azhar Nugraha Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 09 Juli 2016
KENAL SEDIKIT

Bismillah, Kang Rifqi. Ana panitia seminar Cerdas Ramadlan dari Pesantren Al-Ittihad Islamiyah, kami bermaksud mengundang akang untuk mengisi materi terkait "Salah Kaprah Aktivitas di Bulan Ramadhan", undangan sudah kami lampirkan via email, semoga akang dapat hadir. Syukron.

Pada waktu sesuai undangan tersebut saya hadir dan berbagi ilmu yang telah saya dapat mengenai kegiatan-kegiatan di bulan Ramadhan.

Ada beberapa trend kegiatan yang disalah pahami oleh anak muda dalam mengisi waktu di bulan Ramadhan;
Ngabuburit, hal ini tidak dilarang sama sekali namun juga tidak dianjurkan. Entah dari mana sejarahnya namun mayoritas anak muda yang tidak mengerti esensi Ramadhan malah menghabiskan waktu saat ngabuburit dengan maksiat, berduaan dengan pacar, kumpul tanpa makna, memaksakan nafsu untuk jajan, dll.
Buka Bersama, sering kali anak muda fokus membuat mewah acara buka bersama sampai lupa Shalat Maghrib dan Shalat Isya, tentu serempak dengan Shalat Terawih. Belum lagi saat shaum tidak dimaknai dengan benar, hanya sekedar menahan lapar, minum, dan syahwat saja.
Menganggap Shalat Terawih berjamaah di Masjid lebih utama dari Shalat Wajib berjamaah di Masjid, ini salah satu alasan mengapa masjid ramai saat bulan Ramadhan saja itupun hanya saat Terawih saja. Setelah Ramadhan usai maka usai pula aktivitas ibadah di masjid.
Menganggap Wajib membeli Pakaian Baru, ketahuilah anak muda yang Rasul sunnahkan saat Idul Fitri adalah memakai Pakaian paling Bagus yang kita punya, boleh saja membeli pakaian yang baru untuk mengamalkan sunnah tersebut, namun jangan sampai memberi beban kepada orang tua.

Setan-setan dibelenggu, semua Pintu Neraka ditutup, dan semua Pintu Surga dibuka. Itulah esensi dari bulan Ramadhan, maka seluruh kegiatan harus bernilai ibadah. Tentu saja tidak hanya di bulan Ramadhan saja, namun saat bulan Ramadhan kegiatan ibadah dilebihkan minimal 2x lipat dari bulan-bulan yang lain.

Seseorang mengacungkan tangan dari shaf akhwat, parasnya luar biasa menakjubkan hingga saya menyebut Masya Allah dalam hati, namun pertanyaan yang ia ajukan lebih menakjubkan dari parasnya hingga saya jatuh hati.

Dengan bermodalkan nama lengkapnya saya cari tahu ia lewat akun media sosial, saya temukan akun Instagramnya. Baru sebentar saya stalk, saya temukan photonya menyerupai anak kelinci, seketika saya urungkan niat untuk mengkhitbahnya.

Wahai kaum hawa, jagalah harga diri agar orang-orang menjaga kamu juga. Janganlah menyerupai binatang dengan disengaja karena manusia hakikatnya lebih sempurna dari binatang, berpenampilanlah sesuai keinginan Allah agar Allah mencintai kamu juga. Jika kamu bermaksud ingin tampil cantik, sejatinya kamu jauh lebih cantik secara natural apa adanya pemberian Allah. Jika kamu bermaksud bercanda maka janganlah berlebihan dalam candaan. Jika kamu ingin tampil lucu sejatinya lebih lucu binatang itu sendiri daripada kamu yang tidak punya potensi menyerupai binatang.

Bersambung ke KENAL BANYAK

  • view 320