35

Rifki Affandi M
Karya Rifki Affandi M Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 September 2017
35

Bagi mereka mungkin 35 tidak berarti apa-apa, termasuk kamu yang akan bertanya mengapa harus angka 35.

Bagi mereka mungkin 35 adalah simbolisasi yang diciptakan manusia untuk meyakininya sebagai angka keberuntungan, termasuk kamu yang akan bertanya mengapa angka 35 begitu istimewa untukku.

Semua orang akan memiliki persepsi jika kita bertanya kepada mereka, termasuk kamu yang memahami angka 35 adalah perpaduan angka 3 dan 5. Tanpa harus kuberitahu, kau akan tahu bahwa angka 3 adalah angka kelahiran dalam hitungan bulan yang bernama Maret, sedangkan angka 5 bernama Mei.

Apakah 35 adalah angka penyatuan, kesempurnaan, atau keseimbangan dalam menjalani hubungan?

Jika itu adalah pertanyaan yang kau lontarkan, kemungkinan yang kau raba adalah benar apa yang aku rasa.

Ya, 35 adalah aku dan kamu, maret dan mei, semogaku dan semogamu.

Ya, 35 adalah lambang keserasian—perpaduan antara penyatuan kata sempurna yang bersama-sama meciptakan keseimbangan tanpa meminta saling melengkapi untuk menutupi kekurangan. Karena aku tahu, jika satu yang kuat ia tidak akan mampu mengimbanggi yang lemah.

Maka kuatkanlah dirimu dan diriku dengan caramu dan caraku sendiri-sendiri, sekalipun beda kita memiliki penyatuan yang sempurna seperti halnya maret dan mei. Maret ada dalam hitungan bulan ke 3, tapi hurufnya ada 5. Mei ada dalam hitungan bulan ke 5, tapi hurufnya ada 3.

Maret dan Mei, mereka sama-sama punya satu tujuan sama yang mereka sebut saling percaya dalam satu doa atas kehendak Tuhan sang pencipta segala kemungkinan yang diyakini mahluknya.

Apakah 35 adalah angka kepastian bahwa kita akan bersama selamanya?

Jika itu adalah pertanyaan yang kau lontarkan, kepastian yang kau tanyakan adalah ketidakpastian. Sebab yang pasti terjadi bukanlah kepastian, melainkan ketentuan. Kepastian bisa berubah sesuai doa dan usaha, tapi ketentuan murni tertulis dalam garis kuasa-Nya.

Untuk saat ini bagiku 35 begitu istimewa.

Tapi tidak saat kau nyatakan bahwa aku bukanlah sekedar angka matematika yang selalu dicari persamaannya. Aku bukanlah sekedar cerita cinta yang kebanyakan berakhir dengan bahagia. Tapi aku adalah pilihanmu yang ingin kau dampingi dalam menghadapi segala apapun dengan bersama, baik berakhir dengan cerita suka atau pun duka.

Saat kau nyatakan itu, 35 tidaklah begitu istimewa, bahkan tak ada.

Seperti halnya 3 dan 5, Maret dan Mei, mereka tidak pernah tahu mengapa mereka disebut angka dan bulan. Mereka ada dan hidup selayaknya mereka hidup, mereka menjalani apa yang seharusnya mereka jalani. Bagi mereka, pasrah bukan berarti berhenti berusaha. Bagi mereka, pasrah adalah saat kepastian tergaris dalam ketentuan.

Jika kau yakin aku adalah pilihanmu

Mari bersama dobrak kepastian, dan terima ketentuan.

 
***

untuk perempuan Mei dari lelaki Maret

Sumenep, 22-09-17