Panggil Aku Musafir

Rifki Affandi M
Karya Rifki Affandi M Kategori Puisi
dipublikasikan 01 Februari 2016
Catatan Waktu Senggang

Catatan Waktu Senggang


Sebuah catatan sederhana, mengambil pelajaran dari setiap apa yang dilihat, di dengar, dan dibaca.

Kategori Acak

1.1 K Hak Cipta Terlindungi
Panggil Aku Musafir



setiap kali bertemu orang lelaki itu selalu berkata;
"panggil aku musafir, yang menyibak cuaca mencari segelintir takdir"
tangan kanannya memegang kayu
yang ia sebut dengan tombak--tak tajam apalagi runcing--itu kayu biasa,
yang ditemukannya di tungku perapian milik ibunya.

jalannya tak menemukan arah;
kata orang-orang yang memperbincangkannya.
lelaki itu tak sempat berpikir tentang pertanyaan orang-orang getir.

ia berjalan sesuka hati
kadang meradang sepanjang hari
tak dikenalnya lembah sunyi
tak dihiraukannya kata tak pasti

ia lebih kenal Tuhan
daripada ucapan kepastian.
"tak mungkin jadi mungkin, mungkin jadi tak mungkin, itu rahasia dan aku mencarinya"
ucapnya sesekali waktu pada orang-orang yang ditemuinya.

setiap kali bertemu orang lelaki itu selalu berkata;
"panggil aku musafir, yang menyibak cuaca mencari segelintir takdir"
"aku punya tombak untuk menyibak ombak,
tombakku tak tajam tapi mataku nyalang,
yang tak mungkin akan jadi mungkin,
sebab tombak dan mataku diasah Tuhan,
Panggil aku musafir" lanjutnya.

ia musafir--aku juga

Sumenep, April, 2015

?

  • view 148