Alas Kaki & Kopyah

Rifki Affandi M
Karya Rifki Affandi M Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Juni 2016
Catatan Waktu Senggang

Catatan Waktu Senggang


Sebuah catatan sederhana, mengambil pelajaran dari setiap apa yang dilihat, di dengar, dan dibaca.

Kategori Acak

1.2 K Hak Cipta Terlindungi
Alas Kaki & Kopyah

Seringkali kita mendengar pernyataan klise bahwa alas kaki itu lebih rendah derajatnya daripada kopyah. Alasannya karena alas kaki ada dibawah dan setiap hari selalu diinjak-injak. Sedangkan kopyah menjadi terhormat karena tempatnya ada di atas kepala, dan kopyah menjadi mahkota diatas kepala itu sendiri.

Saya tidak menyalahkan pernyataan itu. Tapi mari kita belajar sambil berpikir ulang dengan menganalogikan pernyataan tersebut.

Kita anggap alas kaki adalah tipe manusia yang bekerja, sedangkan kopyah adalah tipe manusia yang selalu berdzikir. Jika kita perhatikan dari segi penglihatan mata, maka berdzikir itu derajatnya lebih mulia daripada bekerja. Tapi lain halnya jika kita melihat menggunakan mata hati, yaitu dengan menggunakan perenungan, dan lebih mengedepankan manfaat yang diberikan.

Contoh sederhana, jika posisi kita sebagai suami yang memiliki kewajiban memberikan nafkah pada seorang istri. Pada kasus seperti ini, tipe manusia yang bekerja akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan biaya yang bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Sedangkan tipe manusia yang berdzikir memiliki suatu pemahaman kuat bahwa segala rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Dan sekali lagi tipe manusia yang berdzikir kelihatan tampak suci dan terhormat.

Yang menjadi pertanyaan, apakah seorang istri akan bahagia jika sang suami kerjaannya hanya berdzikir saja?

Rejeki, kematian, dan jodoh memang sudah diatur, dan kita sudah paham dengan dalil itu. Tapi bukankah kita juga tahu kalau Allah itu maha melihat dan mengetahui apa yang dilakukan oleh hambanya? Dan bukankah Allah juga akan mengabulkan doa bagi hambanya yang sabar (orang yang berusaha semaksimal mungkin, kemudia menyerahkan segala takdir pada Allah).

Dari itulah kita harus tahu bahwa Allah akan melihat apa yang kita usahakan, mengapa kita berusaha, dan untuk apa usaha itu.

Seperti halnya alas kaki dengan kopyah. Sekarang mana yang lebih tinggi derajatnya. Alas kaki yang melindungi kita dari kotoran atau kopyah yang hanya menjadi hiasan kepala.

Link Gambar : Klik disini 

  • view 117