Tanah Kita Belum Hilang

Muhammad Rifki
Karya Muhammad Rifki Kategori Puisi
dipublikasikan 17 Agustus 2017
Tanah Kita Belum Hilang

Siapkan ranjangmu untuk mimpi tak usai

Musim belum berganti, meski panas hari ini sudah  sebengkak usiamu

 

Kek,

Seperti yang dulu pernah terkirim di tahun-tahun ringkih

Laut resah dan lolongan senja, bertarian serta

Mata kita yang kelaparan, perut menangis

Lalu kau lipat bersama

Sebelum benang merah putih kusut, minta dililit ranting

Coraknya belum hilang

Tangisnya belum usai

 

Kau yang  dengan langit kesumba kuning

Kau yang di tempayan ibu meringkuk

 

Lagu itu sudah habis. Anak-anak meninggalkan, hanya tanggal tua

Tersisa di rumah. Nafasmu telah lumpuh dalam balutan sarung tua

Hanya di kamar pengap ini

Kesedihan menjumpai sebagai teman sepi

 

Hilang-hilanglah. Pergi-pergilah

Kau merajuk dengan sisa usia senja

 

malam ini

Sejarah dipundut, dalam secarik kain

Sampai debu bersarang

 

Kek,

Kemarin potret tua kau tanggalkan

Pada bulan hitam dan hari-hari beraroma melati

Masih kental melekat hidungmu harum darah di hari itu

Dan peka telinga di tengah panas

Ejakan kembali sebuah tangisan

Berceceran di pengungsian

 

Kek,

Itu potret tuamu, seringkih denyut nadimu

Siapkan ranjangmu untuk mimpi tak usai

Musim belum berganti, panas hari ini sudah sebengkak usia

Tanah kita belum hilang

Kecuali usiamu

 

Anjir kesepian, 10 Agustus 2017

  • view 94