Retakan Wajahmu Di Atas Hujan; untuk ustazd tercinta, Kh. Arsuni Musa

Muhammad Rifki
Karya Muhammad Rifki Kategori Puisi
dipublikasikan 19 Maret 2017
Retakan Wajahmu Di Atas Hujan; untuk ustazd tercinta, Kh. Arsuni Musa

Bukan kabar yang baik

Duka menancap di atas kain putih pembalut hati, seusai

di mana langkah kaki terhenti berdetak

Hujan pun mekar

Langit menampung hitam sekental kelam tinta

Duka itu datang dari tanah sana

Duka itu tumbuh dari tanah sana

Duka itu menyengat dada dari tanah sana

Mataku, mataku, mataku

pecah ditikam duka sedih airmata

Duka kehilangan

 

Dan hujan turun setitik-titik

Merintik iringi denyutmu yang amat rapuh

Kami teringat, saat kau ucap beberapa tahun lalu, senyawa sabda nabi

Masih beranak-pinak dari mulutmu

Kami masih ingat, kalam nasehatmu yang kemarin hari

Masihlah mengusap-usap benak kami

Tapi kami yang melupa

Kami yang berbantah hati menolaknya

 

Hingga hari ini, langit mengantar kabar luka

Telat menyadari

Lantas siapa dihakimi, ketika kami

Ingin kembali mendengar suaramu

Memandang wajahmu

Meminta ridhomu, wahai ustadz kami

 

Kau ajari kami

Ilmu hati perangai diri

Nasehatmu bergelinang di hati kami

Wahai Ustazd Arsuni, lenguh maaf kami karamkan

Di bawah retakan-retakan hujan

Wahai Ustadz Arsuni, 

Hari ini kami sadari

Apa itu arti datang dan pergi

Apa itu arti hidup dan mati

 

Wahai Ustadz Arsuni

Semoga tuhan mempertemukan kita kembali

Di dalam surga

Rabbul Izzati

 

Al Falah Putera, 19 Maret 2017

  • view 153