Sajak Agustus

Muhammad Rifki
Karya Muhammad Rifki Kategori Puisi
dipublikasikan 23 Agustus 2016
Sajak Agustus

Kita; dalam kenangan luka

 

Bila dulu, kita sepasang sajak yang larut

Bersama angsa origami

Yang kita hanyutkan lewat sungai di bibir senja

Kita isi rindu malam dengan kenangan penuh rasa

Hujanlah paling fasih menyuratkan cerita kita

Lewat akar dan daun yang dikecup

Melukiskan aroma bunga

Mekar di sepasang hati

Milik kita

Itu cerita dulu

Sebelum aku, kau dan dia ada

Ya, Dia!

2016

 

Si Anak Kucing

 

Dia mencari

Sesuap tulang

Secuil daging untuk menyambung sengal nafas

Bila tidak, memilih bergabung dengan serapah busuk

Itupun jika

Masih tersisa

Atau menjadi petang yang rebah di punggung hujan

Lalu langit menyayat seperti belati

Perut-perut dililit

Menjerit lapar dan kemarau

Dia dibuang

Ditendang jauh dari ramai orang

Garang dilempar hingga membusuk

Membungkus kulitnya

Sedia serak suaranya menimba belas

Justru makian yang terbalas

Lalu kembali mendekat, lantas memelas

Belum mampu merusak garang Tuan yang menyala

Apinya menyalak dan memburu

Kocar-kacir mengusir

Dia di jalanan

Susah berat merangkul tulang tubuh berkarat debu

Mengawini lapar

Entah siapa lagi

Tak tau lagi 

Siapa untuk ditagih iba

2016

 

Bulan Kenangan

 

Agustus. Pangkal senyum yang terbit di belang kulit terbakar

Akar tanah hitam berserabut mengacau di kepala

Mengacak rambut. Terkisah serbuk tangis, bengis dan tawa calap di ulu hati

Segudang deru serta denyutan nadi

Mengoyak sendiri jahitan

Luka hitam yang melata

Di mata, hidung, mulut dan telinga

Agustus. Bukan sekedar cerita lama

Soal sejarah di museum

Atau bau keringat busuk yang masih tercium

Akan tegak, di punggung seutas tali

Bendera yang bertaji

Menyapa kabar, sosok yang masih

Ada dan berlanjut

Agustus. Serinai kepingan cerita yang masih lekat

Terikat

Terserupa lewat sesumbar tawa

Membungkus kisah duka dalam lomba

Dipentaskan pada satu tiang

Dengan racikan oli dan sabun

Atau entah apa; serba pelicin

Peremuk usaha para pemanjat

Supaya tercipta lagi

Peringai orang di masa sebelum tua

; merdeka

2016

  • view 253