Sajak puisi Rifki Maibe Lopah

Muhammad Rifki
Karya Muhammad Rifki Kategori Puisi
dipublikasikan 09 Agustus 2016
Sajak puisi Rifki Maibe Lopah

Sendal Jepit

 

Berulang kali mengiba di pinggir pagar masjid

Menyarung langkah sekenanya untuk sehelai uang

Tangan ditadah, panas dihadang, hujan dihidangkan, belumlah cukup menambat tubuh lelahnya 

Nek, anakmu mana?

Setengah wajah ia karamkan, penuh guratan lelah

Dijawab apa, ditanya apa

Malah doa beraroma klise yang tak dipinta ia kata

Nenek tinggal di mana?

Nek, cucumu mana?

Nek, kuhargai kerja kerasmu

Tubuh ringkih selayu itu sebentar lagi rapuh

Nek, sendal di kakimu itu milikku

Juli, 2016

 

 

Anak-anak Kucing

 

Tulang belulang bercampur debu menuntun nasib

Dipertanyakan tentang lapar yang sedini hari menyayat

 

Dimana ayah dan ibu

Yang mewaris sisa hidup di perantaun

Kecil, kami terinjak di jejak-jejak kaki

Menghitung umur yang sekecil ini mengais belas.kasih

Hanya secuil tulang ikan

Itu pun cukup

 

Setidaknya panas dan hujan membagi ruang untuk kami menyangga badan

Lelah hati memikul hina, sekedar hangat dapat merangkul kantuk kami

 

Pagi kami ditendang

Siang ditantang

Malam ditelantarkan

Beribu keluh jerat kami diomong kosongkan

Kami anak yang terbuang

Juli, 2016

 

Pulang

 

Pantaskah untuk sekedar menengok 

Bau-Bau beraroma tanah coklat di persawahan

Diterpa anak angin, seikat padi berbaris mengemis di tiap pinggir jalan

Mengartikan tentang rindu yang terkuak di kampung halaman

Sampai hati mendayung jauh meninggalkan parit handil batas kampung

Itu dulu, betapa sibuk memendam kepergian lama untuk pulang

Rindu nanyian anak-anak kucing di gembala pagi

Serta meneguk kuah sayur keringat ibu bapak

Dik, aku pulang

Kepada puing-puing sisa wajah rumah yang kini berserabut debu

Berkelahi dengan sarang laba-laba, saling tindih-menindih

Satu keluarga induk bebek mampir di pemandangan kali ini

Lewat, satu anaknya hilang, dicuri genangan air

Ia heran, ada wajah si buruk rupa tercermin

Dik, aku akan pulang

 

Maibelopah, 09 Agustus 2016

 

 

 

 

  • view 184