Cahaya di atas Cahaya

riesti wardani
Karya riesti wardani Kategori Motivasi
dipublikasikan 17 September 2016
Cahaya di atas Cahaya

Bayangannya kembali menyelinap
Menelikung tajam tepat menyergap bagian kesadaranmu.
Lalu tanpa disadari seketika menjadi gelap di sekelilingmu.
Sesuatu yang tak terlihat mendorongmu untuk masuk ke dalam lorong hitam tak bertepi.
Pengap....membuat nafasmu sesak
Pekat....membuatmu ingin berteriak

Dalam penolakan hati kamu bertanya.
Apakah ini?, apa nama fase dalam kehidupan ini?
Saat kemudian kamu berusaha bangkit ratusan kali, tetapi di waktu yang sama, jatuh, terduduk, terjerembab dalam bilangan yang sama.

Sungguh bantu aku, katamu lirih, kehabisan tenaga yang setengah tersisa...setelah berkali-kali kau teriakkan kata TOLONG.
Sekeliling masih terasa sunyi dan senyap, tak ada sekerlip cahaya , tak ada ruangan yang dapat membuatmu bergerak, TERBATAS....gerak,suara dan waktumu terbatas.

Berbisik suara lembut menenangkan dan menuntunmu....
Lanjutkan lantunan ayat-ayat suci itu
Lanjutkan senandung kalam illahi-mu
Lanjutkan langkahmu walaupun jatuh terduduk di tempat yang sama.

Jangan hentikan....teruskan semuanya nak....langkahkan kakimu,walaupun luka menyeruak di sekujur tubuhmu.
Majulah terus walau harus berjalan merangkak, sampai kau temukan setitik cahaya yang menuntunmu.
Jangan biarkan gelap menguasaimu, suatu saat nanti kelak kau akan bersyukur, menghargai semua proses ini, tawakal dan tawadhu akan bersabar menuntunmu.

Aku... telah berjanji pada Illahi untuk membantumu melewati ini semua dengan doa, terdengar suara lirih, bisikan kata, serta air mata yang berjatuhan, diiringi doa yang menjuntai ke atas langit.

Tunggu sebentar, katamu berbisik pada hati, kau tajamkan pendengaranmu saat matamu tak dapat melihat, suaramu telah habis ditelan gelap, ....., "aku mengenali suara itu", suara yang sama saat kelopak mataku belum dapat terbuka melihat dunia
itu suara IBU...

Entah kekuatan darimana yang mendorongmu untuk terus melaju....melantunkan ayat-ayat suci-Mu walaupun terpatah.
Lidahmu kelu, nafasmu menyambung terputus.
Lelah...namun bisikan suara itu, menguatkanmu untuk dapat melewatinya.

Allah, Alqur'an, Ibu....tolong bimbing aku melewatinya, sampai nanti aku temukan secercah CAHAYA yang Engkau Janjikan.

  • view 179