Hujan Lagi

riesti wardani
Karya riesti wardani Kategori Inspiratif
dipublikasikan 29 Juli 2016
Hujan Lagi

Hujan Lagi

Langit berwarna abu... abu gelap dan pekat, sepertinya langit siap menumpahkan bebannya..ku tengadahkan wajah dari jendela kantorku

Aku ingin seperti hujan.....
Tak peduli apakah setelah menumpahkan air hujan, yang terkena air bebanku akan berdo'a, tersenyum atau justru memaki.

Kubaca kembali deretan angka didepan komputer. Nyaris mataku tertutup menahan penat, sesak, yang mengumpul di kepala..tapi tidak, tidak mungkin aku menumpahkannya di sini, di meja kerjaku.

Kulirik teman kerjaku disebelah, entah apa yang ada di fikirannya, dia hanya memandang display monitor dan mengetikkan angka.

Kulihat jam dinding berdetak teratur...melambat dan....jendela sudah membasah terkena guyuran air hujan.

Ah.....kapan kau datang hujan?, yang aku tahu hanya awan berwarna abu pekat, kemudian langit menggelap dan rintik airmu mulai berjatuhan, mulanya dapat kuhitung dari rintik pertama, kedua dan 2 detik selanjutnya aku kebingungan untuk dapat menghitung kembali.

Lalu kapan aku bisa seperti hujan di hatimu?
yang datang tiba-tiba, kemudian menderas, menumpahkan segala bebannya, dan membentuk aliran kecil yang tidak menghanyutkan ataupun menenggelamkanmu

Sepertinya, aku mulai lelah dengan semua beban pekatku, ingin aku tumpahkan...

Sayup, terdengar adzan maghrib, dan senja mulai berganti kubaca istighfar dan doaku....
Yaa Raabi, yang maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati hamba pada ketaatanmu.

 

  • view 194