Dalam Sunyi

riesti wardani
Karya riesti wardani Kategori Inspiratif
dipublikasikan 25 Juli 2016
Dalam Sunyi

Hai...namaku Sunyi...., aku patah hati, dan kamu siapa namamu?, temanmu bilang padaku kalau kamu sedang mencari seseorang sebagai temanmu.

Hai, namaku Sepi...ha..ha temanku juga memperkenalkan aku kepadamu, sepertinya kita bisa berteman baik.

Aku Sunyi....aku perlu teman untuk menemaniku...aku bisa menceritakan semuanya, mulai dari patah hatiku, ....terimakasih Sepi, kau menemaniku saat aku terjatuh.

Kamu tidak punya iman?, kenapa kamu tidak mengadu  pada Tuhan Sunyi, atas perbuatan lelaki jahat itu padamu, siapa lelaki  jahat yang tega menyakitimu hatimu ?....mengapa kau jatuh dalam lubang yang dalam, sejauh apa yang telah dia lakukan padamu. Kamu cantik Sunyi seperti bidadari, jangan sedih Sunyi .....aku disini....menemanimu.

Namanya Gelap, dia menikah dengan orang lain Sepi....aku yang bodoh, seharusnya aku tahu sejak dia tak pernah membalas pesanku, sejak aku tunggu kabar berita bahwa dia akan menghubungiku, aku mencarinya, aku tidak punya keberanian untuk menghadapi kenyataan bahwa dia sudah berpaling ke lain hati, aku hanya ingin berprasangka baik, dan kau tahu apa yang terjadi?

Kubuka salah satu media sosialku, dia sedang memeluk wanita itu Sepi....tidak mungkin kalau hanya seorang teman...,teman tidak memeluk kan Sepi...tidak bukan?

Sampai dia mengirimkan email kepadaku sebuah undangan Sepi, warnanya aku masih ingat, Ungu, warna kesukaanku biru, itu bukan warnaku , kamu lihat undangan dengan foto pasangan yg sedang tersenyum, senyum kebahagiaan...aku seperti tak berarti Sepi, seharusnya aku ikut bahagia, tapi yang terjadi  sebaliknya....aku tergugu tanpa suara.

Terimakasih Sepi, kau menguatkanku.... Luka itu perlahan hilang, ternyata kamu benar, tidak semua lelaki seperti Gelap, aku berterimakasih padamu Sepi....aku tidak akan lagi berharap padanya, biarlah dia dengan kebahagiaannya, tidak adil rasanya mengganggu kebahagiaan orang lain yang sudah berpasangan.Oh ya, lalu kenapa kau masih sendiri Sepi?, bukankah banyak gadis cantik disini, kau hanya tinggal memilih.

Sunyi...aku sudah memilih, ...saat kau kacau dengan perasaanmu, saat kau histeris dengan semua yang kau alami, aku merasakannya, aku hanya berdoa kepada Tuhan bahwa kau mendapatkan yang lebih baik, maafkan aku...

Sepiii, kamu dimana?, mengapa pesanku tak kau balas?, kau hanya membacanya, apakah kau sedang sibuk, apakah aku mengganggumu? Apakah kau akan berubah seperti Gelap?

Jangan pergi Sepi....jangan pergi.

Ada tanda hati,dari seseorang wanita di media sosial untukmu..... Sepi...inikah tandanya?tanganku bergetar menurunkan kembali scroll, ada lagi...inikah tanda itu Sepi.

Seketika bayangan Gelap kembali hadir.

Seribu panah kemudian menghujam kepalaku, besi panas menghantam dadaku....aku tergugu tanpa suara.

Kucoba mengatur nafas yang tersengal, aku temanmu  Sepi, tapi mengapa....aku tak rela?, bukankah berulang kali aku berkata pada hatiku. Kamu sungguh baik Sepi, kamu pasti akan mendapatkan yang terbaik....dan aku tahu itu bukan aku. Atau aku berharap kau pangeran berkuda yang datang sebagai penyelamat.

Kulepaskan semua pengharapanku ke dalam jurang dalam yang terjauh. Dan aku berlari pergi.

Tuhan....apa yang sedang kau rencanakan kepadaku.....

Time will heal the pain....

Hai...perkenalkan namaku Sunyi....dan kamu siapa namamu?

Mentari...namaku mentari, senyumnya mengembang.. aku datang untuk menyinarimu.

 

  • view 265