Perkara Jodoh

Marisa Jambak
Karya Marisa Jambak Kategori Renungan
dipublikasikan 27 Maret 2018
Perkara Jodoh

 “Ketika ditiupkan ruh pada anak manusia tatkala ia masih di dalam perut ibunya, maka sudah ditetapkan ajalnya, rezekinya, jodohnya, dan celaka atau bahagianya di akhirat”

Dan tugas kita adalah untuk mengusahakannya sampai batas kemampuan kita. Sisanya ada di tangan sang Pemilik segala. Hanya dia yang bisa memastikan kapan, dimana dan bagaimana kita akhirnya menemukan yang terbaik.

Ikhtiarkan dan kemudian berdo’a. Berserah diri pada-Nya. Karena Ikhtiar tanpa do’a itu adalah sombong, sementara do’a tanpa ikhtiar adalah sebuah kesia-siaan. Apapun yang kamu lakukan, jangan pernah berhenti berdo’a. Walaupun masih banyak do’amu yang belum di ijabah oleh Allah.

Demikian juga dalam perkara jodoh. Dia sudah tertulis jauh sebelum kita ada.  Itu adalah hak pregoratif dari sang pemilik cinta. Namun demikian, bukan berarti kita hanya diam menunggu tanpa berusaha apapun.Dalam perjalanannya mungkin kita banyak menemukan hambatan, halangan dan rintangan. Tak usah risau, tak usah bersedih, tak usah berkecil hati. Waktumu akan tiba. Tak perlu khawatir atas apa yang sudah ditetapkan oleh Allah. Jangan risau dengan apa yang masih menjadi rahasia. Karena semakin kamu merisaukannya maka semakin sakit yang akan dirasakan.

Risau atas apa yang sudah ditetapkan oleh-Nya sama saja dengan meragukan-Nya.

Tak bisa dipungkiri, ketika usia sudah memasuki masa-masa menikah, namun belum juga bisa mencukupkan separuh islam, ada rasa was-was. Apalagi ketika satu persatu teman sepermainan sudah menemukan pasangannya. Pertanyaan ‘kapan menyusul?, apalagi yang ditunggu? Adalah momok yang sedapat mungkin dihindari. Awal- awal sih ok, tapi lama kelamaan pertanyaan itu bisa sangat menyakitkan. Rasa sedih ketika belum bisa mewujudkan keinginan orang tua untuk segera melihat buah hatinya bersanding.

Keresahan karena belum juga menemukan pendamping bisa jadi berubah menjadi kekecewaan. Merasa rendah diri, berpikir tidak ada satupun yang suka padanya. Kemudian menutup diri, menjadi pribadi yang menjengkelkan. Merasa diri tidak berharga.

Memiliki orang tua yang berbeda pandangannya tentang menemukan jodoh dengan kebanyakan orang lain, memberikan keuntungan tersendiri bagiku. Ibu dan ayahku tidak pernah bertanya, kapan? Tidak pernah mendesak harus segera menikah karena usia yang sudah seharusnya menikah. Bagi mereka perkara ini bukanlah hal yang harus dirisaukan.

“Jodoh akan datang ketika masanya tiba. Kita tidak bisa memaksanya. Itu rahasia Allah. Jodoh, rezeki dan ajal adalah hal yang ayah nggak bisa menjawabnya ketika orang bertanya kenapa kamu belum menikah. Jadi , jangan hanya karena teman-temanmu sudah menikah semua, kemudian kamu takut  tidak akan menemukan jodohmu. Ayah tidak membesarkanmu untuk tidak percaya pada rencana Allah. Tidak banyakyang ayah bisa lakukan selain mendo’akan yang terbaik dan berusaha menemukan yang dipilihkan Allah untukmu. Jangan khawatir ketika orang bertanya kenapa kamu belum menikah. Perbaiki diri, taukan? Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik juga”

Dalam sujud malammu mungkin kamu bertanya. Kenapa jodohku belum juga datang menghampiriku? Apa yang salah dengan diriku? Dengan do’aku? ataukah mungkin dengan niatku?

Niat menikah hanya untuk menghindari pertanyaan  yang semakin lama mulai memekakan gendang telingamu. Ataukah karena temanmu satu- persatu telah menemukan jodohnya. Perasaan rendah diri karena hanya dirimu yang belum.

Jika memang demikian, maka niat itu benar yang harus dirubah. Niatkanlah menikah karena ingin menggapai cinta Allah. Ingin bersama- sama mengarungi kehidupan menuju syurganya bersama. Saling mengajak pada kebaikan. Cintai sang pemilik cinta untuk kemudian mendapatkan cinta yang kamu inginkan. Bersama menuju ke syurga ilahi.

Karena sejatinya jodoh dan pernikahan bukanlah perlombaan. Siapa cepat dia dapat, siapa cepat dia yang menang. Karena jodoh adalah rahasia-Nya, maka niatkanlah hanya karena-Nya. Karena Allah.  Manusia hanya di wajibkan berikhtiar untuk menjemputnya. Dengan cara yang yang di ridhoi oleh Allah tentunya.

 Jadi, mari perbaiki niat kita. Mudah- mudahan dimudahkan jalannya.

Ciputat, 00.00

Ter-inspirasi dari buku Bukan Jodohnya Yang Tak Kunjung Datang, Tapi Niatnya Yang Perlu Ditata Ulang.

  • view 103