Penulis KW

Marisa Jambak
Karya Marisa Jambak Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Mei 2017
Penulis KW

Menulis, kata ini akan selalu sejalan dengan membaca. Aku sudah terpikat dengan kata-kata jauh sebelum bisa mengeja huruf demi huruf. Entah bagaimana aku bisa terpesona ketika melihat rangkaian huruf yang membentuk kata kemudian menjadi kalimat. Orang tuaku, saudara atau tetangga selalu mengatakan bahwa aku akan memilih berhenti bermain ketika aku menemukan bacaan.

Ketika orang tuaku pergi ke luar kota, yang aku tunggu bukan mainan,makanan atau baju baru. Aku akan menunggu dengan berdebar-debar apakah orang tuaku akan membawakan majalah kesayanganku atau tidak.

Sejak mulai bisa membaca aku selalu terpikat dengan satu bentuk tulisan yaitu puisi. Rangkaian kata-kata yang tercipta dengan indah nya. Aku selalu terpesona dengan puisi yang ada di kolom khusus puisi di majalah kesayanganku. Dari sanalah keinginan untuk menjadi penulis mulai muncul. Aku ingin puisi ciptaanku juga di cetak di majalah itu.

Seingatku syarat untuk mengirimkan naskah adalah harus diketik dengan mesin ketik. Itu adalah halangan pertama dan terbesarku. Aku tidak punya mesin ketik!!! Aku bahkan belum pernah melihat nya secara langsung. Aku bahkan bertanya kepada guru di sekolah tapi sekolah juga tidak mau meminjamkan mesin ketik satu-satunya yang ada di sekolah. Takut rusak mungkin ya,hahaha.

Jadilah keinginan untuk mencoba peruntungan agar tulisanku masuk di majalah tertunda. Untungnya hal itu tidak menyurutkan semangat untuk terus menulis. 

Menginjak Sekolah Menengah Pertama aku mulai menulis diari. Diari yang lazimnya menjadi tempat curhat malah menjadi tempat corat coret puisi dan surat untuk sahabat penaku. Merangkai kata demi kata.

Hasrat menjadi seorang penulis mulai memudar ketika aku merantau ke ibu kota. Kejamnya ibu kota membuat semangat untuk menulis mulai menguap. Fokus sudah teralihkan kepada hal-hal lainnya. Seperti pernah aku tulis sebelum nya seharus nya itu bukan menjadi penghalang untuk mimpi bisa terus berkembang.

Sekarang aku ingin memulai kembali apa yang pernah hilang dan tertunda. Mulai lagi menulis walaupun yang ringan. Aku masih memilih untuk menulis puisi.

Seorang aku memiliki teman-teman hebat yang telah menerbitkan buku baik pribadi atau antalogi. Aku berharap semangat mereka menular padaku dan  tidak lagi kehilangan semangat untuk menulis. Memulai kembali itu butuh niat,keyakinan, kerja keras Dan semangat untuk bertahan.

 

  • view 49