saya dan rumah baru

Ridhayani Purba
Karya Ridhayani Purba Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Mei 2016
saya dan rumah baru

Bermula dari postingan seorang sahabat di facebook, klik link dan register akhirnya memiliki akun pribadi dengan nama sendiri. Saya bernama Ridhayani memberi salam kepada para senior yang lebih dahulu menekuni dunia tulis menulis di rumah ini. rumah ini bernama Inspirasi. Semoga saya bisa lebih nyaman, lebih bisa membuka hati dan pikiran, memiliki kesempatan baik untuk mulai menuangkan segala kata dalam bentuk karya nyata yang terekam  dalam tulisan di rumah ini.

Saya lahir dalam keluarga bukan sastrawan, tidak ada yang menekuni dunia jurnalistik juga. Diawali menulis keluh kesah dalam buku kecil bernama diary kemudian menghasilkan karya pertama dalam bentuk puisi ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang saat ini di kenal SLTP. Puisi ini ditempel di mading sekolah, sayang saya hanya ingat judulnya “Lautan”, namun tidak ingat bagaimana alur pikiran saat ini dituangkan dalam bentuk puisi. Inilah alasan mengapa setiap karya harus direkam apik dalam bentuk tulisan di kertas yang ada rumahnya. Rumah ini bisa buku yang berhasil terbit (gak bakalan hilang), dunia blog dimana data gak mungkin hilang karena disimpan rapi oleh teknologi.

Puisi kedua bertemakan “Sahabat” dan lagi-lagi naskahnya ntah dimana. Saya sudah mencari di setiap laci di dalam otak, mencari di setiap kertas-kertas usang di dalam lemari. Sudahlah..yang hilang tak guna untuk dicari, bersyukur masih di memory judul karya saat itu. Keinginan saya untuk tulis menulis bertambah besar, intensitas meningkat untuk menuangkan dalam bentuk tulisan puisi saat remaja duduk di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Beberapa karya dihasilkan dan bersyukur beberapa naskah masih terus ada walaupung kertas sudah kusam namun tulisan jelek itu masih terbaca. Masih terekam jelas semangat saat menuliskan baris-baris puisi ketika itu. Alhamdulillah..sudah ada peningkatan, dimulai dari judul yang tersisa tetapi ini masih ada wujudnya.

Rasanya lega jika sudah menuangkan isi otak ke dalam puisi di sela-sela kebosanan maupun kebahagiaan kala itu. For your information saat SLTA saya 3 tahun berada di asrama.bisa terbayangkan banyaknya waktu yang bisa saya manfaatkan untuk menulis. Otomatis tidak ada kerjaan yang dibebankan kala itu hanya satu “BELAJAR”.  Prediksi saya kala itu menulis puisi adalah hobi saya. Naik tingkatan pendidikan didunia perkuliahan ternyata ide muncul untuk menuangkan kata-kata dalam bentuk cerita. Dan lagi-lagi Alhamdulillah naskah cerita itu masih ada, belum rapi masih coret sana coret sini dalam kata lain belum final.

Semua karena rumah ini yang membawa saya ke memory kala itu. Memori di saat saya merasa begitu senang menulis puisi, menulis kata-kata motivator untuk diri sendiri, menulis cerita. Hawa rumah ini mengajakku kembali di masa itu. Di masa luapan emosi yang tertuang dalam kata-kata. Harapan terbesar semoga rumah ini bisa menjadi rumah bagi tulisan-tulisanku kelak, sehingga tak hilang dimakan ingatan.

Salamku kepada penghuni rumah ini. ini saya dan karya saya.

 Dha

270516

22:46:47

 

sumber gambar : http://gambar-anak.blogspot.co.id/2014_10_01_archive.html

  • view 230